MARKET DATA
Economic Update 2026

Pelajaran Covid! Menperin Pakai Cara Ini agar Industri RI Kebal Krisis

Ferry Sandi,  CNBC Indonesia
26 June 2026 10:40
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang dalam Economic Update 2026. (CNBC Indonesia)
Foto: CNBC Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah berupaya menguatkan rantai pasok untuk meningkatkan daya tahan industri menghadapi berbagai krisis global. Pengalaman pandemi Covid-19 hingga ketidakpastian geopolitik menjadi pelajaran bagi pemerintah untuk mempercepat penguatan industri, termasuk melalui di sektor kesehatan.

Pemerintah ingin memastikan kerjasama dengan berbagai negara dapat memberikan nilai tambah bagi industri nasional. Kerja sama tersebut tidak hanya diarahkan pada peningkatan perdagangan, tetapi juga membuka peluang alih teknologi, hingga pengembangan industri berteknologi tinggi di dalam negeri.

"Kerja sama akan sangat baik kalau kita bisa meningkatkan volume perdagangan karena itu menciptakan devisa untuk Indonesia. Tapi kerja sama bukan melulu kita lihat dari volume perdagangan. Yang lebih penting adalah bagaimana kedua belah pihak bisa membentuk partnership yang saling menguatkan," ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam Economic Update, Jumat (26/6/2026).

Semakin kuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global, maka semakin tinggi pula ketahanan manufaktur nasional ketika menghadapi berbagai gejolak. Pengalaman selama pandemi yakni setiap negara harus memiliki kemampuan memproduksi kebutuhan secara mandiri agar tidak bergantung pada pasokan dari luar negeri.

"Kalau kita bicara soal rantai pasok global, semakin dalam kita masuk ke dalamnya berarti resiliensi manufaktur kita semakin tinggi. Kita belajar dari berbagai krisis bahwa Indonesia harus mampu memperkuat rantai pasok sekaligus meningkatkan kemandirian industrinya," katanya.

Pelajaran besar dari pandemi juga mendorong pemerintah melakukan penyesuaian terhadap peta prioritas industri nasional. Langkah tersebut dilakukan agar Indonesia memiliki kapasitas yang lebih baik dalam memproduksi alat kesehatan maupun produk farmasi ketika menghadapi kondisi darurat di masa depan.

"Ketika Covid terjadi, kita belajar bahwa sektor kesehatan harus menjadi prioritas. Karena itu saya menambahkan industri kesehatan sebagai sektor prioritas dalam transformasi menuju Industri 4.0 agar Indonesia lebih siap menghadapi krisis di masa mendatang," ujar Agus.

Agus menambahkan pemerintah akan terus mendorong pemanfaatan teknologi yang lebih maju di industri. Perusahaan yang mampu mengadopsi teknologi modern akan lebih efisien, memiliki daya saing lebih tinggi, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

"Kita ingin perusahaan-perusahaan Indonesia bertransformasi menjadi industri yang lebih maju dan berteknologi tinggi. Dengan begitu daya saing meningkat, efisiensi tercapai, dan produk Indonesia semakin mampu bersaing di pasar global," ujar Agus.

(fys/wur) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Bocoran Bos Buruh: 10 Perusahaan di RI Tutup 3 Bulan ke Depan


Most Popular
Features