MARKET DATA

Mohon Maaf Warga RI Korban Bencana, Impian Punya Rumah Tetap Terancam

Ferry Sandi,  CNBC Indonesia
25 June 2026 17:50
Sejumlah pekerja melakukan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi basah di Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara, Senin (20/4/2026). (Dok. BNPB/Bidang Komunikasi Keb
Foto: Sejumlah pekerja melakukan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi basah di Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara, Senin (20/4/2026). (Dok. BNPB/Bidang Komunikasi Kebencanaan/Danung Arifin)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman mengungkapkan keterbatasan anggaran berpotensi menghambat penyediaan hunian bagi korban bencana di sejumlah wilayah Indonesia pada tahun 2027. Kebutuhan pembangunan rumah pascabencana dinilai jauh melampaui pagu yang tersedia saat ini.

Direktur Jenderal Kawasan Permukiman Fitrah Nur menjelaskan alokasi anggaran rumah khusus dalam pagu indikatif 2027 hanya sebesar Rp37,1 miliar. Dana tersebut hanya cukup untuk membangun sebagian kecil kebutuhan hunian pascabencana.

"Rumah khusus alokasi Rp37,1 miliar hanya dapat mengakomodir 118 unit terutama di Pulau Haruku yang terdampak bencana," kata Fitrah dalam rapat bersama Komisi V DPR RI, Kamis (25/6/2026).

Padahal pemerintah saat ini masih harus menyelesaikan berbagai kebutuhan relokasi dan pembangunan rumah bagi masyarakat terdampak bencana di sejumlah daerah, termasuk Nusa Tenggara Timur dan Sumatra.

"Anggaran yang kita siapkan untuk dampak bencana Gunung Lewotobi Laki-laki yang kita mulai tahun sekarang, tahun depan kami belum punya anggaran untuk menyiapkan. Padahal kebutuhan di Flores Timur akibat dampak Gunung Lewotobi Laki-laki itu adalah 2.072 unit," ujarnya.

Selain Flores Timur, kebutuhan pembangunan hunian tetap pascabencana juga masih diperlukan di sejumlah wilayah lain yang terdampak bencana alam dalam beberapa tahun terakhir.

"Kemudian juga yang Sumatra, huntap (hunian tetap) pascabencana yang Sumatra. Anggaran yang ada sekarang hanya Rp37,10 miliar, sementara kebutuhan pasca bencana yang terjadi di Sumatra dan NTT mencapai 18.104 unit," kata Fitrah.

Kebutuhan total anggaran untuk penyediaan rumah pascabencana mencapai sekitar Rp5,20 triliun. Angka tersebut jauh lebih besar dibanding alokasi yang tersedia dalam pagu indikatif 2027.

"Yang kita butuhkan adalah Rp5,20 triliun untuk 18.104 unit terutama untuk tiga provinsi. Ini yang menjadi tantangan besar dalam penyediaan hunian pascabencana ke depan," ujar Fitrah.

Sedikitnya 10 orang tewas akibat letusan Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Jumlah korban jiwa diperkirakan masih akan terus meningkat, Rabu (6/11/2024). (AP Photo)Sedikitnya 10 orang tewas akibat letusan Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Jumlah korban jiwa diperkirakan masih akan terus meningkat, Rabu (6/11/2024). (AP Photo) Foto: Sedikitnya 10 orang tewas akibat letusan Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Jumlah korban jiwa diperkirakan masih akan terus meningkat, Rabu (6/11/2024). (AP Photo)

(dce) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Anggaran Kurang Rp96 Triliun, Program 3 Juta Rumah Terancam Mandek?


Most Popular
Features