MARKET DATA
Internasional

Update AS-Iran: Kapal-Kapal Disebut Sudah Lewati Selat Hormuz, Tapi...

sef,  CNBC Indonesia
25 June 2026 14:00
Data pelacakan kapal dari MarineTraffic menunjukkan kapal-kapal bergerak melalui Teluk menuju Selat Hormuz pada hari Sabtu (18 April). (Tangkapan Layar Video Reuters/MARINE TRAFFIC)
Foto: Lalu lintas kapal-kapal bergerak melalui Teluk menuju Selat Hormuz (Tangkapan Layar Video Reuters/MARINE TRAFFIC)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kapal-kapal dilaporkan telah mulai berlayar melalui Selat Hormuz. Mereka bisa melewati laut sempit itu di bawah skema baru oleh badan pelayaran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Lembaga PBB, Organisasi Maritim Internasional (IMO), mengatakan mereka mengevakuasi kapal-kapal yang terjebak di sana akibat konflik. Ini akan memungkinkan ratusan kapal dengan sekitar 11.000 pelaut yang terdampar di Teluk untuk berlayar melalui Hormuz.

"Kapal-kapal telah mulai melewati rencana tersebut," kata seorang juru bicara IMO dikutip Kamis (25/6/2026).

Sayangnya, ia menolak untuk memberikan rincian kapal-kapal yang telah menyeberang. Meski demikian, dari data pelacakan kapal LSEG dan Marine Traffic merujuk analisa Reuters, ada 35 kapal kecil, terutama kargo curah kering dan kontainer serta lima kapal tanker minyak dan kapal tunda, sedang bersiap untuk berlayar.

"Kapal harus menunggu instruksi sebelum melanjutkan," tulis catatan IMO, yang dikeluarkan Rabu.

"Memadati area tunggu hanya akan mengakibatkan perlunya menunda pemberitahuan lebih lanjut demi keselamatan navigasi," tambahnya.

Rute Selat Hormuz

Sebenarnya ada dua rute kapal yang mungkin digunakan sementara untuk berlayar keluar. Rute utara melalui perairan Iran dan rute selatan melalui perairan yang dikoordinasikan oleh Oman atau AS

Skema Pemisahan Lalu Lintas Selat Hormuz ini diadopsi IMO pada tahun 1968, menetapkan jalur rute melalui perairan Iran dan Oman. Perlu diketahui, bagian tengah Selat Hormuz saat ini tidak dapat digunakan karena risiko ranjau, menurut sumber-sumber keamanan pelayaran dan maritim.

Sebelumnya kelompok informasi angkatan laut utama mengusulkan koridor pelayaran alternatif Sabtu lalu. Mereka meminta pemilik kapal untuk mempertimbangkan melintasi selat melalui rute selatan dengan sinyal transponder mereka aktif.

"Rute transit selatan, di sepanjang perairan teritorial Oman, telah dipastikan bebas ranjau dan merupakan rute yang direkomendasikan," bunyi pemberitahuan tersebut. Tapi tak diketahui pasti apakah rute ini yang dipakai untuk berlayar sesuai ketentuan IMO.

Sebenarnya, menurut analisis Kpler, lalu lintas Hormuz lainnya telah meningkat dalam beberapa hari terakhir, dengan pelayaran rata-rata lebih dari 25 kapal per hari dalam beberapa hari terakhir, dibandingkan dengan sekitar 10-11 kapal per hari sebelumnya. Ini masih sebagian kecil dari pelayaran harian rata-rata 125 kapal sebelum perang dimulai pada 28 Februari.

Saat ini, banyak kapal telah mengaktifkan transponder pelacakan AIS publik mereka. Meski, beberapa diyakini masih tidak terdeteksi sebagian karena gangguan besar pada sinyal AIS, serta sengaja tidak menunjukkan pergerakan saat melalui selat tersebut.

Menurut perkiraan IMO dan pasar, terdapat antara 500 dan 600 kapal yang terdampar di dalam Teluk, termasuk sebanyak 100 kapal tanker. Perlu diketahui, inisiatif IMO tidak mendukung kapal-kapal yang ingin memasuki Teluk untuk mengambil muatan minyak dari produsen Teluk.

Tapi...

Sementara itu, mengutip CNBC Internasional, Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) telah memperingatkan pemilik kapal bahwa setiap "rute transit baru" melalui Selat Hormuz yang dibuat tanpa koordinasi dengan Teheran adalah "tidak dapat diterima dan berbahaya. Iran mengancam tindakan terhadap kapal-kapal yang mengabaikan instruksinya.

Angkatan Laut IRGC mengatakan bahwa hanya rute pelayaran yang ditentukan oleh Iran yang diizinkan untuk dilalui. Koordinasi dengan pasukan Iran melalui saluran komunikasi yang ditentukan adalah wajib.

"Navigasi di luar rute ini sangat berbahaya dan dilarang, dan kami memperingatkan semua kapal untuk benar-benar menghindari pergerakan apa pun di luar koridor yang ditentukan," kata IRGC, menurut laporan tersebut.

Perlu diketahui, Iran hendak pengenalan biaya bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz. Namun AS menganggap ini upaya "memeras perdagangan maritim global".

(sef/sef) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Breaking: AS-Iran Batal Bertemu di Swiss Jumat, Damai Batal?


Most Popular
Features