BMKG & Basarnas Defisit Anggaran Rp10,8 T Tahun Depan
Jakarta, CNBC Indonesia - Anggota Komisi V DPR RI, Edi Purwanto, mengungkapkan bahwa total backlog dari tujuh kementerian dan lembaga yang menjadi mitra Komisi V mencapai Rp252 triliun pada tahun depan.
Dari total angka tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengalami kekurangan anggaran sebesar Rp2,48 triliun di tahun depan, sementara Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengalami kekurangan sebesar Rp2,6 triliun.
"Kita akan sisir mana hal-hal yang kita tunda, kita tunda dulu. Yang pokok-pokok kita akan masukkan dulu. Dan kita lihat yang backlog-nya seperti apa karena ini penting. Basarnas dan BMKG ini hal yang menyangkut betul keselamatan rakyat. Maka mitigasi terhadap bencana, kemudian kesiapan-kesiapan pasukan tanggap darurat di lapangan," tegas Edi Purwanto usai Rapat Dengar Pendapat di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, dikutip situs DPR, Kamis (25/6/2026).
Edi juga menyoroti kondisi geografis Indonesia yang sangat rawan bencana sebagai landasan utama. Menurutnya, keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Ia mengingatkan kembali rentetan bencana yang baru terjadi, seperti gempa bumi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jawa Barat, hingga Gorontalo.
Selain itu, potensi ancaman vulkanik seperti Gunung Kerinci di Jambi turut menuntut kehadiran negara secara maksimal. "Hari ini kita menghadapi hal-hal yang memang secara geografis Indonesia juga rawan bencana. Seperti kemarin di Aceh, di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan beberapa provinsi lain. Seperti di Jawa Barat juga mengalami beberapa gempa.
Kemarin juga sempat di Gorontalo walaupun kecil. Termasuk di Jambi kan ada gunung kerinci, gunung aktif, tertinggi di Asia Tenggara. Ini menurut saya perlu kita urai lebih komprehensif sehingga sense of responsibility negara kaitan dengan kebencanaan ini juga penting," tutup Edi.
(haa/haa) Add
source on Google