MARKET DATA
Energy Forum

Bahlil Buka Suara Terkait Isu Naiknya Harga Gas Industri

Verda Nano Setiawan,  CNBC Indonesia
25 June 2026 13:42
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia saat doorstop dengan media usai menyampaikan pemaparan dalam Energy Forum di Singosari Ballroom-Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (25/6/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa kenaikan harga gas yang dikeluhkan sejumlah pelaku industri tidak terjadi karena kekurangan pasokan gas nasional.

Menurut dia, kenaikan hanya terjadi pada industri yang menggunakan skema harga non Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT). Sebagaimana diketahui, terdapat dua jenis harga gas yang diberlakukan untuk industri, yakni tarif kebijakan gas murah (HGBT) dan non HGBT.

"Kalau gas secara keseluruhan stok kita tidak ada masalah. Yang ada itu adalah ada kenaikan harga gas di beberapa industri non-HGBT. Kan ada dua, ada HGBT yang memang HGBT itu sebenarnya disubsidi oleh negara. Kalau non-HGBT itu yang harga umum," kata Bahil usai acara Energy Forum CNBC Indonesia, Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Bahlil menjelaskan, kenaikan harga tersebut dipicu oleh menurunnya produksi sejumlah sumur gas, terutama di wilayah Jawa Barat. Sehingga kebutuhan gas harus dipenuhi menggunakan pasokan gas alam cair (LNG) dari wilayah lain di Indonesia.

"Yang namanya LNG itu kan bawa dari Papua, Sulawesi, Kalimantan dan itu ada penambahan cost," kata Bahlil.

Oleh sebab itu, pemerintah tengah mencari solusi agar beban kenaikan harga tidak terlalu membebani dunia usaha. Bahlil mengatakan dirinya telah menggelar pertemuan dengan asosiasi industri dan serikat pekerja, serta kini sedang melakukan pembahasan teknis bersama PT Pertamina.

"Kita lagi mencari untuk menengahi agar jangan juga industrinya ditaruh dibebankan beban harga yang tinggi. Aku lagi dalam seminggu, aku kan udah rapat sama mereka, sama asosiasi sama buruh sudah, sekarang saya lagi rapat teknis dengan Pertamina untuk mencari angka yang ideal agar industri kita tetap bisa bertahan ya," ujar Bahlil.

(ven) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Bahlil Pastikan Pasokan Gas Domestik Aman dan Tersedia


Most Popular
Features