Internasional

FTA RI-Mesir Semakin Dekat, Segera Dibahas di Pertemuan D-8

Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
Rabu, 24/06/2026 20:45 WIB
Foto: Kolase foto bendera Indonesia dan Mesir. (Dok. Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Mesir menyatakan peluang terwujudnya perjanjian perdagangan bebas (free trade agreement atau FTA) dengan Indonesia semakin terbuka. Saat ini, kedua negara mempercepat pembahasan FTA melalui jalur D-8 yang diharapkan menghasilkan kesepakatan konkret dalam waktu dekat.

Duta Besar Republik Arab Mesir untuk Indonesia Yasser Hassan Farag Elshemy mengatakan pembahasan mengenai kerja sama perdagangan bebas antara Jakarta dan Kairo sebenarnya telah berlangsung cukup lama.

"Indonesia dan Mesir telah mengerjakan hal ini sejak lama. Jakarta menjadi tuan rumah konsultasi perdagangan bilateral pada 2024, dan saat ini kami bekerja melalui jalur paralel dalam Free Trade Agreement D-8, di mana Indonesia dan Mesir sama-sama menjadi anggota," ujar Elshemy saat perayaan Hari Nasional Republik Arab Mesir ke-74 di Jakarta Selatan, Rabu (24/6/2026).


"Saya percaya kami dapat mencapai kesepakatan yang sangat konkret dalam waktu dekat," lanjutnya.

Menurut Elshemy, penguatan hubungan ekonomi menjadi salah satu fokus utama kemitraan strategis Indonesia-Mesir yang disepakati saat kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Mesir pada April 2025.

Kesepakatan tersebut meningkatkan hubungan kedua negara ke level Strategic Partnership yang mencakup kerja sama perdagangan, investasi, pendidikan, pertukaran masyarakat, budaya, hingga pertahanan.

"Kami menantikan peningkatan hubungan Indonesia dan Mesir yang lebih kuat lagi dalam waktu dekat," kata dia.

Elshemy menuturkan Mesir memandang Indonesia sebagai mitra penting di kawasan Asia Tenggara. Selain menjadi negara terbesar di ASEAN, Indonesia juga diharapkan dapat mendukung upaya Mesir untuk meningkatkan status hubungan dengan ASEAN menjadi Sectoral Dialogue Partner.

Di sektor perdagangan, minyak sawit masih menjadi komoditas utama dalam hubungan dagang kedua negara. Nilai perdagangan minyak sawit Indonesia ke Mesir mencapai sekitar US$1,2 miliar per tahun atau setara Rp21,48 triliun. Mesir juga terus memantau perkembangan kebijakan ekspor satu pintu yang dijalankan melalui Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).

"Kami memahami pemerintah Indonesia memperkenalkan kebijakan ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan transparansi, memperbaiki tata kelola ekspor sumber daya alam strategis, menyederhanakan sistem penagihan, dan memperkuat penerimaan negara," ujar Yasser.

Mesir, lanjut dia, menghormati kebijakan ekonomi nasional Indonesia dan percaya tujuan utama kebijakan tersebut adalah memberikan manfaat bagi masyarakat serta perekonomian Indonesia. Yang terpenting bagi Mesir adalah menjaga stabilitas arus perdagangan agar pasokan minyak sawit dan komoditas lainnya tetap berjalan lancar.

Selain perdagangan, hubungan kedua negara juga terus diperkuat melalui sektor pendidikan. Saat ini terdapat sekitar 20.000 mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Mesir. Tidak hanya di bidang studi keislaman, Universitas Al-Azhar kini membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa Indonesia untuk belajar kedokteran, teknik, farmasi, dan kedokteran gigi.

"Kami bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pendidikan Tinggi Indonesia agar para lulusan dapat memperoleh izin dan menjalankan profesinya dengan lebih mudah ketika kembali ke Indonesia," jelasnya.

Elshemy juga optimistis kombinasi kerja sama ekonomi, pendidikan, dan diplomasi akan membawa hubungan Indonesia-Mesir ke level yang lebih tinggi. Dengan momentum kemitraan strategis yang telah disepakati serta pembahasan FTA melalui jalur D-8, kedua negara dinilai semakin dekat menuju babak baru kerja sama ekonomi yang lebih luas.


(tfa/sef) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Turki-Arab Saudi Siap Bentuk NATO Versi Negara Mayoritas Muslim