MARKET DATA

Investasi Ciptakan Kemandirian di Industri Kesehatan RI, Kok Bisa?

Khoirul Anam,  CNBC Indonesia
24 June 2026 16:36
Menkes Soal Lonjakan Belanja Kesehatan & Perang Sektor Kesehatan Menuju Ekonomi 8%
Foto: Menkes Soal Lonjakan Belanja Kesehatan & Perang Sektor Kesehatan Menuju Ekonomi 8%

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap bahwa industri kesehatan dalam negeri bisa berkembang tanpa harus bergantung dari luar negeri. Terlebih, industri kesehatan nasional dapat menarik minat investasi yang sangat besar.

"Saya bilang ke teman-teman, mulainya memang awalnya kita ingin menjaga ketahanan kesehatan kita agar jangan bergantung dari luar negeri. Pengalaman Covid, begitu ada pandemi, di lockdown nggak bisa import. kalau kita tergantung ke luar negeri," ungkap dia dalam Economic Update 2026 CNBC Indonesia dengan tema 'Capaian Kinerja dan Arah Penguatan Program Prioritas Kementerian', Rabu (24/6/2026).

Menurut dia industri kesehatan nasional bisa menarik minat investor lantaran pertumbuhan kinerja yang positif dalam beberapa tahun. Di mana belanja kesehatan tercatat mencapai Rp 640 triliun dalam satu tahun atau tumbuh 9% hingga 11%.

"Saya sekarang sedang diskusi dengan satu perusahaan dari Jepang yang mau investasi 1 billion USD. Itu kan 1 billion USD nanti akan jadi 3 billion GDP," ungkap dia.

Tak hanya itu berbagai perusahaan internasional yang melirik potensi ini yakni General Electric, Aspen Medical, Swire Group, dan SK Plasma.

"Yang sudah datang ke kita juga Apollo Hospital, mau kerja sama dengan Mayapada, itu juga mau masuk. Belum investor-investor dalam negeri seperti Astra dan Djarum kan masuk ke Hermina," terang Budi.

Di samping layanan kesehatan, produsen kesehatan dalam negeri pun mulai mampu memproduksi berbagai alat kesehatan, seperti antropometri, USG, vaksin, hingga CT Scan. Produksi ini dilakukan melalui kerja sama dengan perusahaan global.

"GE (General Electric) itu sekarang masuk kerja sama dengan Kalbe. Untuk bikin industri CT Scan yang cukup complicated ini di dalam negeri," ujar dia.

Sedangkan untuk produksi obat-obatan vaksin, saat ini terdapat tiga produsen dari dalam negeri, yakni Bio Farma, Etana, dan Biotis.

(dpu/dpu) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Kemenkes Ungkap Kontribusi Industri Kesehatan Terhadap Ekonomi


Most Popular
Features