Ramai Orang RI Naik Kapal Laut, Pelni Terus Cicil Peremajaan Armada

Ferry Sandi, CNBC Indonesia
Rabu, 24/06/2026 17:30 WIB
Foto: Sejumlah penumpang terlihat mengantre di area keberangkatan sambil menunggu giliran untuk naik ke kapal. (Dok. Pelni)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pelni mencatat jumlah penumpang dan kargo melampaui target perusahaan. Dari sisi penumpang, kami sudah mengangkut 5.153.846 orang atau 8,45% di atas target. Untuk kargo juga naik signifikan dan dibanding RKAP mencapai 36,99%, sedangkan kontainer mencapai 23.838 TEUs.

Dengan angka tersebut, sepanjang tahun lalu pertumbuhan angkutan penumpang, kargo, dan peti kemas melampaui target yang telah ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP). Perusahaan pun mengungkapkan alasan kenaikan tersebut.

"Mobilitas penumpang dan barang di Indonesia itu meningkat cukup besar ya. Jadi kita melihat potensinya semakin membesar juga. Dan kecenderungannya tidak hanya musiman atau seasonal sekarang, hampir merata," kata Direktur Utama Pelni Budi Setyawan Wijaya kepada CNBC Indonesia usai rapat dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (24/6/2026).


Kenaikan mobilitas masyarakat dan distribusi logistik tersebut turut membuat permintaan transportasi laut semakin meningkat. Pelni melihat tren pertumbuhan ini terjadi di berbagai wilayah, terutama pada rute-rute yang menghubungkan kawasan timur Indonesia dengan pusat-pusat ekonomi nasional.

Di tengah meningkatnya permintaan layanan, Pelni menilai peningkatan kapasitas menjadi faktor penting untuk menjaga operasional. Perusahaan karena itu mulai memprioritaskan program peremajaan kapal.

"Nah sehingga penguatan armada menjadi salah satu fokus utama kami, di mana kami bisa mengganti armada yang tua dan juga menambah armada baru, sehingga pelayanan kepada para penumpang moda laut ini bisa diakomodasi. Jadi ya memang murni karena memang mobilitas yang semakin tinggi," kata Budi.

Kebutuhan regenerasi armada dinilai semakin mendesak mengingat sebagian kapal yang saat ini beroperasi telah berusia lebih dari empat dekade. Meski masih memenuhi standar kelayakan pelayaran, faktor usia dinilai mulai memengaruhi efisiensi operasi.

"Kapal-kapal kami banyak yang sudah berusia di atas 40 tahun. Secara teknis masih layak beroperasi, tetapi karena faktor umur pasti akan muncul kendala-kendala operasional sehingga menjadi tidak efisien," kata Budi.

Selain pengadaan armada baru, perusahaan juga menyusun rencana hingga 2029. Pelni menargetkan seluruh armada penumpang dapat memperoleh pembaruan fasilitas secara bertahap. Perusahaan juga terus memperkuat sistem pengawasan dan keamanan di atas kapal melalui penambahan perangkat teknologi.

"Kami berharap seluruh kapal penumpang dapat terevitalisasi sampai 2029. CCTV juga terus kami tambah, saat ini rata-rata satu kapal memiliki sekitar 80 CCTV yang dapat dimonitor dari kantor pusat," ujarnya.

Perusahaan optimistis tren pertumbuhan tersebut masih akan berlanjut, terutama dengan dukungan program revitalisasi armada dan penguatan layanan yang tengah dijalankan.

"Kami laporkan bahwa pencapaian baik dari sisi operasional maupun finansial Pelni cukup bagus, di atas target. Pada 2025 kami mengoperasikan 84 unit kapal, terdiri dari 32 kapal penumpang dan 52 kapal milik Kementerian Perhubungan yang kami operasikan dalam skema subsidi," ujar Budi.

Rapat kerja Komisi VI DPR RI dengan PELNI, ASDP dan DAMRI, Rabu (24/6/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi) Foto: Rapat kerja Komisi VI DPR RI dengan PELNI, ASDP dan DAMRI, Rabu (24/6/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)


(dce) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

PELNI Rombak Susunan Direksi, Budi Setyawan Wijaya Jadi Direktur Utama