Mayoritas Kapal ASDP Berusia Tua, Butuh Dana Segini untuk Peremajaan

Ferry Sandi, CNBC Indonesia
Rabu, 24/06/2026 14:40 WIB
Foto: Foto udara suasana sepi di Pelabuhan Merak, Banten, Kamis (6/5/2021). Pelabuhan Merak sejak Kamis (6/6) hingga 17 mei 2021 menghentikan pelayanan penyeberangan bagi pemudik dan hanya melayani penyeberangan untuk distribusi logistik atau kebutuhan pokok serta penumpang yang berizin khusus sebagai upaya mengantisipasi risiko peningkatan kasus penularan COVID-19 saat Hari Raya Idul Fitri 1442 H. (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menghadapi tantangan besar dalam menjaga keselamatan penyeberangannya. Perusahaan pelat merah ini menilai peremajaan armada menjadi kebutuhan mendesak seiring meningkatnya usia kapal dan tingginya biaya perawatan.

"Kami menghadapi tantangan yang cukup serius. Berdasarkan data yang kami miliki, 55% kapal ASDP Group berusia di atas 30 tahun dan 72 persennya masih memiliki kapasitas di bawah 1.000 GT," kata Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (24/6/2026).

Usia armada yang semakin tua berbanding lurus dengan peningkatan biaya operasional dan risiko keselamatan. Kondisi tersebut membuat perusahaan tidak bisa lagi menunda program modernisasi armada.


"Sesuai data DNV Maritime Service, Strait dan Clarkson, semakin tua usia kapal maka biaya perawatannya semakin tinggi dan tingkat keamanan serta keselamatannya semakin menurun," ujarnya.

ASDP mencatat sekitar 116 kapal menghadapi risiko penurunan aspek keselamatan. Selain itu terdapat 79 kapal yang menggunakan mesin dengan suku cadang yang sudah tidak lagi diproduksi sehingga menyulitkan proses pemeliharaan.

Foto udara suasana sepi di Pelabuhan Merak, Banten, Kamis (6/5/2021). Pelabuhan Merak sejak Kamis (6/6) hingga 17 mei 2021 menghentikan pelayanan penyeberangan bagi pemudik dan hanya melayani penyeberangan untuk distribusi logistik atau kebutuhan pokok serta penumpang yang berizin khusus sebagai upaya mengantisipasi risiko peningkatan kasus penularan COVID-19 saat Hari Raya Idul Fitri 1442 H. (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto) Foto: Foto udara suasana sepi di Pelabuhan Merak, Banten, Kamis (6/5/2021). Pelabuhan Merak sejak Kamis (6/6) hingga 17 mei 2021 menghentikan pelayanan penyeberangan bagi pemudik dan hanya melayani penyeberangan untuk distribusi logistik atau kebutuhan pokok serta penumpang yang berizin khusus sebagai upaya mengantisipasi risiko peningkatan kasus penularan COVID-19 saat Hari Raya Idul Fitri 1442 H. (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

"Oleh karena itu kami memandang peremajaan kapal sebagai sesuatu yang sangat urgen dan penting sekarang. Bukan hanya untuk efektivitas operasional, tetapi juga untuk menjaga keselamatan pelayaran dan memastikan kebutuhan masyarakat dapat terlayani dengan kapal yang lebih besar dan lebih aman," katanya.

ASDP menghitung kebutuhan investasi hingga tahun 2030 mencapai Rp 23,49 triliun. Dana itu akan digunakan untuk pembangunan kapal baru, penggantian armada lama, hingga pengembangan pelabuhan.

"Sampai tahun 2030, ASDP membutuhkan total investasi sebesar Rp 23,49 triliun yang mencakup pembangunan 46 unit kapal baru dan 55 proyek pembangunan di 35 pelabuhan. Kebutuhan ini kami sampaikan secara transparan agar tantangan lima tahun ke depan dapat dipahami bersama," ujar Heru.


(fys/wur) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

4 Daftar Prioritas Penerima MBG - Eropa Panas, Warga "Panic Buying"