Economic Update

Video: Swasembada Berkelanjutan,Pemerintah Atasi Masalah Lahan-Irigasi

CNBC Indonesia TV,  CNBC Indonesia
23 June 2026 13:49

Jakarta, CNBC Indonesia- Pemerintahan Presiden Prabowo memastikan komitmennya dalam memperkuat ketahanan nasional melalui program swasembada pangan, air dan energi. Melalui strategi penguatan program prioritas sektor pangan, pemerintah pada akhir tahun 2025 mengumumkan pencapaian swasembada beras dengan produksi mencapai 34,71 juta ton dengan surplus beras tembus 3,52 juta ton.

Kementerian Koordinator Bidang Pangan yang bertugas mengawal program mewujudkan swasembada pangan hijau dan pangan biru secara berkelanjutan. Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kemenko Pangan, Widiastuti mengatakan swasembada pangan membutuhkan penguatan ekosistem pangan dari sektor hulu hingga sektor hilir.

Kemenko Pangan melakukan sinergi lintas Kementerian/Lembaga terkait perlindungan lahan sawah dan mengembalikan fungsi kembali sawah yang diikuti dengan modernisasi pertanian, perbaikan irigasi. Selain itu juga didorong pengembangan bibit dan benih berkualitas untuk menghadapi berbagai persoalan air hingga hama serta mendorong regenerasi petani melalui peningkatan kesejahteraan petani.

Di sisi petani, Rumah Tani sebagai platform online yang mengembangkan pertanian berkelanjutan melalui inovasi dan komunitas pertanian menyebutkan upaya mencapai swasembada pangan berkelanjutan. Direktur Utama Rumah Tani, Bahtiar mengatakan peningkatan produktivitas pangan 2025 tidak lepas dari dukungan perbaikan infrstruktur, perbaikan kebijakan dan iklim yang cukup baik di 2025 namun menghadapi El Nino Godzila.

Dalam upaya menjaga keberlanjutan swasembada pangan terkait 2 hal penting yakni produktivitas dan kesejahteraan petani, dimana saat ini yang petani yang kesejahteraannya membaik baru dirasakan oleh petani yang mendapat dukungan intervensi pemerintah yakni petani jagung dan padi. Oleh karena itu harus dipastikan semua petani tetap untung untuk menarik minta bertani.

Sementara Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Mota mencatatkan sejumlah faktor yang harus diperhatikan untuk mencapai swasembada pangan yang berkelanjutan. Hal ini terkait ketersediaan lahan serta upaya meningkatkan produktivitas lahar agar maksimal dalam mendorong produksi pangan.

Menilik potensi lahan pertanian RI yang sangat besar, Indonesia sudah seharusnya dapat mencapai swasembada pangan berkelanjutan dengan produksi hasil pertanian yang tidak hanya dapat menopang ketahanan pangan namun juga dapat menjadi pengekspor pangan.

Selengkapnya simak dialog Shania Alatas dengan Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kemenko Pangan, Widiastuti serta Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Mota Bersama Direktur Utama Rumah Tani, Bahtiar dan Ketua Dewan Penasihat Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (PERHEPI), Bustanul Arifin dalam Economic Update, CNBC Indonesia (Selasa, 23/06/2026)


Add logo_svg as a preferred
source on Google
Bagikan:

Loading...
Loading...
Loading...