00:49
Video: Kolaborasi Pemerintah - Rumah Tani Perkuat Posisi Tawar Petani
Jakarta, CNBC Indonesia- Ketua Dewan Penasihat Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (PERHEPI), Bustanul Arifin menilai kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk gabah kering panen (GKP) menjadi Rp 6.500 per kilogram dalam jangka pendek belum efektif meningkatkan kesejahteraan petani.
Dimana PERHEPI menilai, kebijakan Harga gabah ini bagi petani yang rajin menanam dan mengolah makan kebijakan ini sebagai disinsentif namun bagi petani nakal dengan gabah tanpa kualitas hal ini menjadi insentif. Oleh karena itu yang diperlukan intervensi lanjutan untuk mendorong petani meningkatkan kualitas gabah dan memberikan kepastian penyerapan pasar bagi petani.
Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kemenko Pangan, Widiastuti memastikan upaya pemerintah untuk mendorong peningkatan kesejahteraan petani, nelayan dan peternak melalui kepastian penyerapan pasar serta penguatan logistik hulu-hilir.
Dari sisi swasta, Direktur Utama Rumah Tani, Bahtiar mendorong upaya peningkatan rantai pasok pertanian dilaksanakan lewat penguatan akses pasar sehingga dapat memangkas rantai pasok.
Senada dengan Kemenko Pangan, Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Mota mengungkapkan pentingnya menaikkan input pertanian sehingga keuntungan petani bisa maksimal.
Selengkapnya simak dialog Shania Alatas dengan Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kemeneko Pangan, Widiastuti serta Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Mota Bersama Direktur Utama Rumah Tani, Bahtiar dan Ketua Dewan Penasihat Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (PERHEPI), Bustanul Arifin dalam Economic Update, CNBC Indonesia (Selasa, 23/06/2026)
Addsource on Google