BBM Baru RI B50 Beredar Juli 2026, Berapa Harganya?

Firda Dwi Muliawati, CNBC Indonesia
Selasa, 23/06/2026 13:00 WIB
Foto: Seorang teknisi laboratorium berpose untuk foto sambil memegang sebotol bahan bakar biodiesel sawit 50% selama acara pengujian B50, seiring Indonesia berencana untuk menaikkan tingkat pencampuran wajib untuk biodiesel berbasis sawit dari 40% menjadi 50%, standar yang dikenal sebagai B50, yang merupakan bagian dari rencana pemerintah yang lebih luas untuk mengurangi risiko yang timbul dari perang Iran, di Lembang, Provinsi Jawa Barat, 21 April 2026. (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan mandatori biodiesel 50% atau Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar dicampur minyak kelapa sawit 50% (B50) bisa berjalan mulai 1 Juli 2026 ini.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa serangkaian uji coba B50 pada berbagai mesin dan kendaraan telah menunjukkan hasil yang positif. Saat ini, pemerintah sedang berkoordinasi untuk memastikan kesiapan infrastruktur distribusi sebelum kebijakan tersebut resmi diberlakukan secara luas.

"Secara teknis sudah dilakukan uji coba yang dilakukan oleh tim kami dari ESDM oleh dipimpin oleh Ibu Dirjen EBTKE Ibu Prof Eniya dan hasilnya sangat menggembirakan. Sampai dengan hari ini kadar air daripada perbandingan B40 dengan B50, B50 itu kadar airnya lebih sedikit," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, dikutip Selasa (23/6/2026).


Bahlil menjelaskan bahwa serangkaian uji coba B50 pada berbagai mesin dan kendaraan telah menunjukkan hasil yang positif. Saat ini, pemerintah sedang berkoordinasi untuk memastikan kesiapan infrastruktur distribusi sebelum kebijakan tersebut resmi diberlakukan secara luas.

Pemerintah telah melaksanakan pengujian B50 pada enam sektor untuk menjamin keandalan operasional di lapangan. Sektor-sektor tersebut meliputi sektor transportasi darat, perkeretaapian, angkutan laut, hingga penggunaan pada alat berat di industri pertambangan dan alat mesin pertanian.

"Dan ini sudah dilakukan uji coba di berbagai kendaraan baik itu alat berat, kapal, kereta api dan beberapa kendaraan yang lainnya. Tambang ya, ekskavator semuanya alat pertanian semuanya sudah dilakukan," lanjut Bahlil.

Melalui peresmian kebijakan bauran minyak sawit tingkat tinggi ini, Indonesia diproyeksikan tidak lagi membutuhkan pasokan solar dari pasar global. Pemerintah berkomitmen mengalihkan beban impor energi ke produk yang sepenuhnya bisa diproduksi secara mandiri oleh industri dalam negeri.

Berapa harganya?

Sebelumnya Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listia juga sempat menyinggung harga B50, namun dirinya belum bisa membeberkan berapa harga jual BBM baru B50 di SPBU kelak. Ia sempat menjelaskan, penetapan harga B50 nantinya akan merujuk pada regulasi yang sudah ada.

Adapun, pemerintah akan mengeluarkan harga patokan tersebut secara rutin setiap bulannya untuk menjaga kepastian bagi pelaku usaha maupun konsumen.

"Mengikuti formula. Kalau itu mengikuti formula kan tiap bulan kita keluarkan harganya," ungkapnya saat ditemui di Stasiun Blending dan Pengisian Bahan Bakar Uji Jalan B50, Lembang, dikutip Senin (27/4/2026).

Terkait rincian penghitungan komponen Bahan Bakar Nabati (BBN) atau Fatty Acid Methyl Ester (FAME), pihaknya sedang melakukan koordinasi dengan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas).

"Kita sedang berhitung dengan Dirjen Migas karena prediksi hingga Desember itu kan perlu diklarifikasi karena ini kan misal ada penghematan ada pembahasan terus nih kalau yang minyak," lanjutnya.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, implementasi program B50 diproyeksikan mampu memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi negara melalui peningkatan nilai tambah minyak sawit mentah (CPO).

Dari sisi fiskal, kebijakan tersebut berpotensi menghemat devisa negara hingga Rp 157,28 triliun pada tahun 2026, meningkat dari target awal program B40 yang sebesar Rp 140 triliun.

"Pasokan tadi kan saya bilang kita sedang berhitung terus tapi cukup kalau saya prediksi cukup FAME-nya cukup," tutur Eniya saat ditanya kesiapan bahan baku untuk implementasi Juli mendatang.


(pgr/pgr) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Biodiesel B50 Dijual 1 Juli 2026, Kualitas & Distribusi Aman?