Warga RI Samakan Kopdes dengan Alfamart-Indomaret Cs, Zulhas Jawab Ini
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menilai masih banyak masyarakat yang salah memahami fungsi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Menurutnya, koperasi tersebut bukan sekadar toko atau supermarket di desa, melainkan dirancang menjadi infrastruktur ekonomi pemerintah sekaligus penopang rantai pasok pangan nasional.
Zulhas menjelaskan, program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih saat ini masih berada pada tahap pembangunan sehingga belum dapat dinilai kinerjanya secara utuh. Pemerintah menargetkan pembentukan 80.000 koperasi, namun untuk tahap awal fokus dilakukan pada 40.000 koperasi yang telah memiliki kesiapan lahan.
"Ya, koperasi ini kan belum aktif, belum mulai. Jadi koperasi itu akan dibangun 80.000, ya. Tetapi 80.000 itu kan banyak kan, bukan sedikit. Nah, kita tahun ini fokus ke 40.000 dulu," kata Zulhas dalam Economic Update 2026 CNBC Indonesia, Selasa (23/6/2026).
Ia mengakui proses pendirian badan hukum koperasi yang mencapai 80.000 unit dalam waktu enam bulan merupakan pekerjaan besar. Namun, tantangan berikutnya adalah membangun fisik koperasi yang membutuhkan waktu lebih panjang.
"Nah, sekarang membangunnya 80.000 tentu perlu waktu yang panjang. Oleh karena itu kita fokus dulu 40.000 yang sekarang sudah ada lahannya, rata-rata luasnya 1.000 meter, itu akan dibangun 600 gedungnya, luasnya 600, ya. Nanti koperasi ini fungsinya.. pandangan umum tuh koperasi seperti supermarket gitu. Bukan," ujarnya.
Menanggapi anggapan yang berkembang di masyarakat termasuk banyaknya kritik, Zulhas mengatakan persepsi tersebut muncul karena koperasi belum sepenuhnya beroperasi. Saat ini pemerintah masih menyelesaikan pembangunan fisik dan menyiapkan sumber daya manusia yang akan mengelola koperasi tersebut.
"Ya, nggak tepat karena belum, belum jadi memang. Jadi masih nebak-nebak kan. Pertama dibikin, dibangun dulu badannya sudah, sekarang lagi dibangun fisiknya nih. Fisiknya ini akan selesai 30.000-an mudah-mudahan Agustus-September baru akan selesai," tutur dia.
Menurut Zulhas, setelah pembangunan fisik rampung pada Agustus-September 2026, pemerintah akan mulai mengoptimalkan fungsi koperasi dan menyiapkan manajemen pengelolaannya.
Salah satu program prioritas pemerintahan Prabowo-Gibran adalah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) terus dipercepat pengerjaan fisiknya. Di salah satu desa terpencil di Jawa Barat Selatan, Desa Padasuka, Kecamatan Cibinong, progres fisik sudah tahap finisihing. (CNBC Indonesia/Suhendra) Foto: Salah satu program prioritas pemerintahan Prabowo-Gibran adalah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) terus dipercepat pengerjaan fisiknya. Di salah satu desa terpencil di Jawa Barat Selatan, Desa Padasuka, Kecamatan Cibinong, progres fisik sudah tahap finisihing. (CNBC Indonesia/Suhendra) |
"Jadi memang belum jalan gitu. Tapi kan orang sudah menilai segala macam, tapi memang belum jalan. Mungkin juga kami kurang menjelaskan, ya, atau ada juga perilaku yang melaksanakan kurang tepat misalnya, karena ini kan produk baru," ujarnya.
Lebih lanjut, Zulhas memaparkan dua fungsi utama Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Pertama, sebagai sarana untuk memangkas rantai pasok berbagai kebutuhan masyarakat dan menjadi infrastruktur pemerintah di tingkat desa.
"Nah, yang jelas begini.. koperasi itu didirikan fungsinya satu, untuk memotong rantai pasok yang panjang, dua dia sebagai offtaker," kata Zulhas.
Ia mencontohkan, penyaluran bantuan sosial beras kepada masyarakat nantinya akan dilakukan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih agar lebih tepat sasaran.
"Pemerintah, memutuskan akan memberikan bantuan atas arahan Bapak Presiden (Prabowo Subianto), bantuan untuk 30 juta rakyat Indonesia 10 kilogram beras selama 3 bulan. Nanti bantuan-bantuan itu diserahkan melalui koperasi," terang dia.
Selain bantuan sosial, koperasi juga akan menjadi saluran distribusi berbagai kebutuhan lain seperti pupuk bersubsidi, LPG 3 kilogram, hingga layanan keuangan melalui BRILink.
"Misalnya pupuk yang selama ini agak langka, pupuk nanti penyalurnya lewat koperasi. Jadi rantai pasok itu yang macam-macam dipotong nih. Gas yang buat masak 3 kg subsidi juga nanti melalui koperasi," ujarnya.
Di sisi lain, koperasi juga akan berfungsi sebagai offtaker atau pembeli hasil produksi masyarakat. Dengan skema ini, nelayan dan petani diharapkan memiliki kepastian pasar ketika harga komoditas jatuh.
"Kalau ikannya nggak laku, kalau gabahnya dibeli murah, ya, maka koperasi akan membeli. Koperasi akan beli, ikan dibeli oleh koperasi, koperasi nanti akan supply ke SPPG. Kalau gabahnya murah, gabah dibeli oleh koperasi, koperasi nanti akan supply ke Bulog," kata Zulhas.
Menurutnya, keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat swasembada pangan sekaligus mendorong pemerataan ekonomi hingga ke desa-desa.
"Setelah swasembada pangan kita harus mikirin ekonomi rakyat. Tidak boleh kata Bapak Presiden ekonomi itu hanya dikuasai 50 orang," ujarnya.
Zulhas menegaskan pembangunan koperasi desa merupakan proyek jangka panjang yang ditujukan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di daerah. Karena itu, pemerintah tidak menargetkan seluruh fungsi koperasi dapat berjalan sempurna dalam waktu singkat.
"Oleh karena itu dibangunlah pusat pertumbuhan ekonomi di setiap desa melalui koperasi. Nanti itu untuk pameran UMKM sehingga nanti seluruh 80.000 desa disambung satu dengan yang lain. Ini pekerjaan besar, tidak bisa satu tahun selesai," pungkasnya.
(wur) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]
