RI Jauh dari Krisis 98, Purbaya: Ekonomi RI Ekspansi!
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan kondisi ekonomi Indonesia masih cukup baik dari sangat jauh dari krisis seperti yang terjadi pada 1998 silam.
Dikutip dari KPU Papua Pegunungan, krisis moneter 1998 adalah momen runtuhnya sistem keuangan dan ekonomi Indonesia yang ditandai dengan anjloknya nilai tukar rupiah, kebangkrutan massal perusahaan akibat utang luar negeri yang membengkak, serta kolapsnya sektor perbankan.
Purbaya menjelaskan, pada kuartal pertama 2026, seluruh sektor perekonomian tumbuh cukup baik dan dapat menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026.
"Kalau kita lihat angka pertumbuhan ekonomi triwulan pertama, kami meng-clearkan bahwa semua sektor perekonomian bertumbuh dengan baik. Belanja pemerintah ada, kencang tumbuhnya cukup tinggi seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Memang signifikan, tapi sektor di luar pemerintah juga tumbuh dengan amat baik," kata Purbaya dalam Economic Update 2026 CNBC Indonesia, dikutip Senin (22/6/2026).
Purbaya melanjutkan, kontribusi belanja pemerintah ke ekonomi RI hanya mencapai 7,7%. Sedangkan sisanya yakni berada di sektor swasta.
"Kalau kita lihat kan kontribusi pemerintah, belanja pemerintah ke ekonomi hanya 7,7 persenan, sekitar segitu ya. Sisanya private sector (swasta). Jadi kalau private sector yang gak gerak, hampir pasti kita gak bisa tumbuh sebesar 5,61% di triwulan pertama," lanjutnya.
Dia mengatakan bahwa strategi Presiden Prabowo Subianto telah berhasil untuk membangun perekonomian di pemerintah dan di sektor swasta.
"Jadi ini menunjukkan bahwa strategi Bapak Presiden (Prabowo) untuk membangun perekonomian di pemerintah dan di sektor swasta itu berjalan dengan baik. Itu yang sering dilupakan oleh banyak orang," jelasnya.
Selain itu, masih kencangnya penjualan mobil dan penjualan semen membuat pihaknya memprediksi ekonomi RI pada kuartal II-2026 berpotensi masih tumbuh di atas 5%.
"Jadi triwulan kedua juga harusnya sih masih lumayan bagus ekonomi kita. Jadi jauh dari kesan bahwa seolah-olah kita sedang menuju krisis 1998 lagi. Kita masih ekspansi ekonominya. Mungkin di atas 5,4% mungkin atau lebih," terangnya.
(chd/haa) Add
source on Google