Banjir K/L Minta Tambah Anggaran, Purbaya Kaget Nilainya Besar
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku terus memonitor belanja Kementerian/Lembaga (K/L) dalam upaya menjaga anggaran belanja pemerintah.
Purbaya sendiri bercerita bahwa ada beberapa K/L yang kemudian mengusulkan tambahan anggaran. Namun, dirinya mengaku kaget dengan jumlah usulan yang besar.
"Nah kan saya sejak awal tahun sudah bilang ke Kementerian Lembaga, belanja, belanja, belanja. Mereka senang bahkan ngusul dengan tambahan anggaran yang besar. Yang kadang-kadang saya bilang, aduh, besar amat," ucapnya kepada CNBC Indonesia dikutip Senin (22/6/2026).
Purbaya sendiri mengatakan bahwa dirinya tetap memonitor realisasi belanja K/L meskipun sejak awal dirinya mengatakan mendorong belanja.
Monitor dilakukan untuk menjaga disiplin fiskal dengan defisit APBN tetap berada di bawah 3%.
"Jadi selalu saya monitor, atau anak buah saya laporkan saya kondisi anggarannya seperti apa. Setiap bulan kan ada APBN kita. Jadi kita monitor terus dari bulan ke bulan," kata Purbaya.
Berdasarkan paparan Purbaya di APBN KiTa, menuturkan belanja negara mencapai Rp 1.365,4 triliun pada akhir Mei 2026. Belanja negara ini tumbuh 34,4% secara tahunan (yoy).
Jika dirinci, belanja kementerian dan lembaga (K/L) mengalami pertumbuhan paling tinggi, yakni 58,9% hingga mencapai Rp 517,7 triliun pada akhir Mei 2026. Purbaya mengatakan peningkatan belanja ini bagian dari langkah mengoptimalisasi belanja sejak awal tahun.
"Kita ingin belanja merata sepanjang tahun tidak hanya di kuartal IV," papar Purbaya, dalam konferensi pers APBN KiTa awal bulan lalu, dikutip (22/6/2026).
Dari belanja K/L ini, pertumbuhan terjadi hampir di semua pos belanja, yakni belanja pegawai, belanja barang, belanja modal dan belanja bansos. Pertumbuhan tertinggi dicetak oleh belanja barang yang mencapai 114,9% ke level Rp 209,3 triliun pada akhir Mei 2029.
Belanja barang ini didorong oleh pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG). Dari data Kemenkeu, penyaluran belanja MBG mencapai Rp 86,6 triliun. Selain itu, ada hal menarik dalam paparan ini, Kementerian Keuangan mencatat belanja pegawai mencapai Rp 155,1 triliun atau naik 25,2%. Kenaikan ini, dari paparan Purbaya, didorong oleh adanya pengangkatan 355.000 ASN baru dan akselerasi pembayaran tunjangan pendidik non-PNS.
"Ini menunjukkan strategi Bapak Presiden untuk memastikan belanja tepat waktu dan tepat sasaran untuk perekonomian," katanya.
(haa/haa) Add
source on Google