MARKET DATA

Bakal Jadi Ikon Baru RI, Ini Rencana Lengkap Pengembangan Hotel Sultan

Emir Yanwardhana,  CNBC Indonesia
22 June 2026 18:48
Hotel Sultan di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, resmi beralih ke penguasaan negara setelah proses eksekusi pengosongan lahan dilaksanakan pada Kamis (18/6/2026).  (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Hotel Sultan di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, resmi beralih ke penguasaan negara setelah proses eksekusi pengosongan lahan dilaksanakan pada Kamis (18/6/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Hotel Sultan yang kini sudah menjadi resmi milik negara akan disiapkan jadi ikon baru di Indonesia, dan dikelola oleh BUMN. Ada beberapa rencana besar yang akan disiapkan untuk masa depan Hotel Sultan

CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) Rosan Roeslani memberkan rencana pengelolaan Hotel Sultan, yang berada di Kawasan Blok 15 Kawasan Gelora Bung Karno (GBK). Kawasan ini menjadi sengketa karena perebutan hak pengelolaan antara pemerintah dah PT Indobuildco.

Rosan menjelaskan bahwa rencananya pengelolaan Hotel Sultan dan Kawasan Blok 15 akan dikelola oleh perusahaan plat merah, baik Injourney maupun The Meru. Rencana itu akan dilakukan ketika persoalan sengketa sudah selesai di Kementerian Sekretariat Negara. Selain, tetap jadi hotel, kawasan eks Hotel Sultan akan dikembangkan beberapa properti baru.

"Ya rencananya itu akan dijadikan ikon baru di Indonesia. Yang nanti akan dirubah secara komprehensif, tidak hanya di daerah GBK ini tapi juga secara keseluruhan akan didesain ulang dari termasuk lapangan golf sampai juga dengan area GBK yang kurang lebih itu luasnya 200 hektare," kata Rosan di Istana, Senin (22/6/2026)

Rosan mengatakan sesuai pesan Presiden Prabowo, kawasan ini dijadikan ikon baru untuk Indonesia, sehingga perencanaannya harus dilakukan secara komprehensif dan memberikan dampak yang nyata kepada perekonomian dan juga yang paling penting kepada rakyat Indonesia. Sempat ada wacana lokasi ini akan jadi sport tourism.

"Memang itu adalah sport jadi memang akan GBK ya tetap ada GBK-nya, tetapi semuanya akan kita tingkatkan, kita sempurnakan menjadi standar internasional atau world class standard sehingga ini juga bisa memberikan satu sentral ekonomi baru di Jakarta," katanya.

Ia mengatakan ide kawasan khusus wisata sport memang sangat relevan. Jumlah pariwisata di Indonesia memang dibandingkan negara-negara ASEAN masih tertinggal cukup lumayan dibandingkan Malaysia, Thailand, Singapura, dan yang lain-lain.

'Nah oleh sebab itu bukan hanya dari jumlah pariwisatanya sendiri, tapi juga bagaimana kita meningkatkan apa, average spending-nya kita juga kalah. Average spending kita itu baru 1100 mungkin lebih per day. Nah gimana untuk meningkatkan average spending-nya juga. Jadi kita bisa mengambil semua lapisan dari pariwisata yang lebih mass market tetapi juga yang high end atau yang lebih ke experience," katanya.

(hoi/hoi) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Danantara akan Rombak Total Hotel Sultan, Gedung Bakal Dirobohkan


Most Popular
Features