55:25
Video: Perkembangan EBT RI Masih Lambat, Investor Ungkap Tantangannya!
Jakarta, CNBC Indonesia- Program transisi energi Indonesia yang mendorong peningkatan bauran energi baru dan terbarukan (EBT) guna mengurangi dekarbonisasi dan ketergantungan terhadap energi fosil menjadi insentif telah menjadi magnet bagi pengembangan industri hidrogen.
HDF Energy yang merupakan industri hidrogen asal Prancis turut mengambil peran dalam mendorong pengembangan infrastruktur hidrogen dan teknologi fuel cell di Indonesia.
Executive Director Asia Pacific HDF Energy, Mathieu Geze memandang pengembangan EBT di Indonesia masih sangat lambat meski target bauran EBT cukup ambisius di tengah upaya mengurangi ketergantungan energi fosil yang lebih murah.
Di sisi lain daya saing Indonesia juga dipandang belum cukup menarik mengingat progress pengembangan EBT masih cukup lambat. Oleh karena itu dibutuhkan penguatan kapasitas Indonesia untuk dapat menyerap investasi EBT guna mendorong keyakinan investor terhadap Indonesia.
Seperti apa investor melihat prospek dan tantangan industri energi bersih di Indonesia? Selengkapnya simak dialog Shania Alatas dan Commodity Expert CNBC Indonesia Research, Emanuella Bungasmara Ega Tirta dengan Executive Director Asia Pacific HDF Energy, Mathieu Geze dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Jum'at, 19/06/2026)
Addsource on Google