Pramono Ungkap Efek Dahsyat JIS Punya Stasiun KRL Sendiri
Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, menyebut kehadiran Stasiun KRL Jakarta International Stadium (JIS) akan menjadi titik penting dalam pengembangan kawasan Jakarta Utara.
Menurutnya, konektivitas transportasi yang semakin lengkap bakal membuat JIS lebih optimal dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, mulai dari pertandingan sepak bola, konser, hingga aktivitas masyarakat sehari-hari.
Hal itu disampaikan Pramono saat peresmian operasional Stasiun JIS, Senin (22/6/2025). Ia mengaku menjadi salah satu pihak yang paling bersyukur atas terwujudnya stasiun yang terintegrasi langsung dengan kawasan stadion tersebut.
"Saudara-saudara sekalian, tidak ada yang lebih bersyukur dibandingkan saya. Karena begitu ini bisa terwujud, ini adalah salah satu yang menjadi impian saya pribadi. Untuk itu, secara khusus saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Bapak Menteri Perhubungan (Dudy Purwaghandi), Pak Dirjen Perkeretaapian, Direksi BTN atas terwujudnya ini," kata Pramono dalam sambutannya.
Menurut Pramono, kawasan Jakarta Utara akan menjadi salah satu pusat pertumbuhan Jakarta di masa depan. Karena itu, pembangunan akses transportasi menuju kawasan tersebut dinilai menjadi kebutuhan yang tak bisa ditunda.
"Karena masa depan Jakarta, salah satunya di bagian utara itu di tempat ini. Cepat atau lambat tempat ini pasti akan menjadi salah satu daerah, ataupun tempat yang banyak dikunjungi masyarakat," ujarnya.
Ia juga menilai pembangunan di Jakarta Utara sebenarnya sudah berjalan cukup masif. Namun, masih banyak masyarakat yang mempertanyakan perkembangan kawasan tersebut.
"Banyak orang yang menanyakan, 'kapan Jakarta Utara itu dibangun?' Padahal Jakarta Utara dibangun (fasilitasnya) sudah banyak sekali," tutur dia.
Pramono berharap keberadaan stasiun baru ini dapat menjadi pendorong pemanfaatan JIS secara maksimal. Ia bahkan mengaku kerap menanyakan kepada jajaran PT Jakarta Propertindo (Jakpro) mengenai upaya mengoptimalkan penggunaan stadion tersebut.
"Saya sungguh berharap bahwa tempat ini betul-betul segera bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin," kata Pramono.
"Bapak Menteri, saya setiap ketemu Pak Dirut Jakpro, pertanyaan saya sederhana. 'Kapan lapangan JIS ini bisa digunakan semaksimal mungkin?'" Sambungnya.
Menurut dia, JIS tidak boleh lagi terlalu lama menganggur setelah digunakan untuk satu atau dua kegiatan besar.
"Jangan sampai setiap pertandingan, kemudian ada konser 1-2, berhentinya 2-3 bulan. Dan itu nggak boleh terjadi lagi," ujar dia.
"Dan kalau itu bisa dilakukan, saya yakin tempat ini pasti akan menjadi tempat yang sangat diminati oleh berbagai kelompok masyarakat," tukasnya.
Pramono mengatakan, dampak terbesar dari aktivasi Stasiun JIS adalah semakin banyaknya pilihan transportasi publik bagi masyarakat yang ingin menuju stadion maupun kawasan wisata Ancol. Selain KRL, masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan Transjabodetabek dan Transjakarta.
"Bapak-Ibu saudara-saudara sekalian, kalau kemudian aktivasi (stasiun) ini bisa kita lakukan, JIS-Ancol bisa kita koneksikan, kemudian tempat ini yang nantinya siapapun yang nonton konser, nonton sepak bola, mau ke Ancol, pilihannya apakah naik KRL atau naik Transjabodetabek atau Transjakarta. Sehingga pilihannya menjadi sangat-sangat banyak sekali," ujar Pramono.
Lebih jauh, Pramono mengungkapkan kawasan JIS kini mulai berkembang menjadi ruang publik yang ramai dikunjungi warga, tidak hanya saat ada pertandingan atau konser.
"Bahkan saya melihat sendiri tempat ini (Jakarta International Stadium) sekarang sudah menjadi salah satu tempat favorit untuk orang jogging, lari, bertemu, bersilaturahmi, bersosialisasi, dan sebagainya," katanya.
Karena itu, ia berharap konektivitas yang semakin lengkap antara JIS dan Ancol dapat mendorong pemerataan pembangunan di Jakarta.
"Jadi sekali lagi, saya adalah orang yang paling gembira dan mudah-mudahan ini bagian dari bagaimana pemerataan pembangunan di Jakarta itu betul-betul bisa terjadi," ujar Pramono.
"Maka dengan terhubungnya Ancol dengan JIS melalui JPO Bersama BTN, kemudian KRL, sudah bisa nanti masuk di sini, dan juga JPO bersama kita miliki, gerbangnya menjadi gerbang Ancol-JIS," pungkasnya.
Sebagai informasi, Stasiun JIS mulai melayani perjalanan KRL lintas Jakarta Kota-Tanjung Priok mulai hari ini. Kehadiran stasiun yang berada di antara Stasiun Ancol dan Tanjung Priok tersebut diharapkan menjadi solusi akses menuju Jakarta International Stadium yang selama ini kerap menghadapi persoalan kemacetan saat berlangsung acara berskala besar.
Dengan terintegrasinya layanan KRL, Transjakarta, Transjabodetabek, serta koneksi pejalan kaki menuju Ancol, mobilitas pengunjung menuju kawasan Jakarta Utara diproyeksikan menjadi jauh lebih mudah.
(wur) Add
source on Google