12:31
Video: Purbaya Jamin Daya Beli Baik, RI Jauh Dari Krisis Seperti 1998
Jakarta, CNBC Indonesia- Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan perkembangan ekonomi dan pengelolaan fiskal RI hingga Mei 2026. Purbaya mencatat defisit APBN mencapai 0,70% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) atau sebesar Rp 180,4 Triliun per Mei 2026 hal inji ditopang keberhasilan upaya mendorong peningkatan pajak yang tumbuh 22,1% (yoy) seiring dengan keberhasilan reformasi perpajakan dan reorganisasi pegawai pajak.
Sejalan dengan capaian pertumbuhan ekonomi Kuartal I-2026 sebesar 5,61% (yoy), Purbaya menyebutkan sumber pertumbuhan ekonomi RI sudah berjalan baik termasuk melalui Program unggulan pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) serta sektor swasta yang berhasil didorong oleh pemerintahan Prabowo.
Selain itu daya beli masyarakat juga dipastikan masih baik yang tercermin dari data konsumsi hingga penjualan otomotif sehingga ekonomi RI masih ekspansi dan jauh dari kesan RI menuju krisis seperti 1998. Selain itu stimulus pemerintah seperti Gaji Ke-13 ASN dan Pensiunan juga berhasil menopang ekonomi RI.
Terkait kasus under invoicing dan pelaporan pajak yang salah dalam ekspor komoditas unggulan RI, Pemerintah melalui Kemenkeu telah melakukan investigasi dan pembentukan BUMN Khusus Ekspor akan mengatasi persoalan ini.
Pemerintah juga memastikan bahwa APBN masih cukup kuat mengatasi dampak geopolitik global terhadap Harga energi dan menopang subsidi energi baik BBM maupun LPG
Selengkapnya simak dialog Shania Alatas dengan Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa dalam Economic Update, CNBC Indonesia (Rabu, 24/06/2026)
Addsource on Google