MARKET DATA

PM Inggris Keir Starmer Disebut Bisa Mengundurkan Diri Besok, Kenapa?

luc,  CNBC Indonesia
21 June 2026 13:15
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer tiba di Istana Kepresidenan Bellevue saat diterima oleh Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier, Selasa, 28 Agustus 2024 di Berlin, Jerman. (Christoph Soeder/dpa via AP)
Foto: Perdana Menteri Inggris Keir Starmer tiba di Istana Kepresidenan Bellevue saat diterima oleh Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier, Selasa, 28 Agustus 2024 di Berlin, Jerman. (AP/Christoph Soeder)

Jakarta, CNBC Indonesia - Masa depan politik Perdana Menteri Inggris Keir Starmer disebut memasuki fase paling krusial setelah kemenangan telak Andy Burnham dalam pemilihan sela Makerfield di Greater Manchester memicu gelombang tekanan baru di tubuh Partai Buruh. Sejumlah tokoh senior partai kini meyakini Starmer tengah mempersiapkan langkah untuk mengumumkan jadwal pengunduran dirinya dari Downing Street dalam waktu dekat.

Menurut sejumlah sumber Partai Buruh, Starmer telah sampai pada kesimpulan bahwa posisinya sebagai pemimpin pemerintahan tidak lagi dapat dipertahankan. Kesimpulan tersebut disebut muncul setelah serangkaian pembicaraan dalam beberapa hari terakhir dengan para menteri kabinet, penasihat Downing Street, pemimpin serikat pekerja, hingga para donor partai.

Meski masih menghabiskan akhir pekan di Chequers bersama istrinya, Victoria Starmer, untuk mempertimbangkan keputusan final, sejumlah figur senior Partai Buruh memperkirakan pernyataan resmi mengenai masa depannya dapat disampaikan paling cepat pada Senin.

Seorang anggota House of Lords dari Partai Buruh yang dekat dengan Starmer mengatakan sang perdana menteri tidak berniat meninggalkan jabatannya secara mendadak.

"Dia tidak akan begitu saja meninggalkan Downing Street dan menciptakan kekosongan. Dia akan mengatur langkah mundur yang perlahan dan tertata, sebagai bentuk tanggung jawab dan martabat," kata sumber tersebut, dilansir The Observer, Minggu (21/6/2026).

Ia menambahkan bahwa Starmer kini memahami realitas politik yang dihadapinya.

"Saya pikir dia melihat realitas yang ada. Menghentikan 'kekacauan' [seperti yang benar ia katakan] sekarang tidak mungkin dilakukan dengan tetap bertahan, sehingga hanya ada satu pilihan. Saya pikir dia mulai melihatnya sebagai pilihan yang bertanggung jawab untuk melayani negara dan partai."

Pandangan serupa datang dari tokoh senior Partai Buruh lainnya yang menilai Starmer kini tampak telah menerima kemungkinan untuk mundur. "Dia tampaknya sudah pasrah untuk mundur," kata sumber tersebut.

"Dia berhadapan langsung dengan kenyataan bahwa dukungan itu sudah tidak ada lagi. Faktanya semua orang tahu bahwa ini bukan lagi situasi yang bisa dipertahankan. Tentu ada kesedihan dalam semua ini, tetapi terkadang memang ada sesuatu yang tak terelakkan dalam politik dan seperti yang dikatakan Boris Johnson, 'Ketika kawanan bergerak, mereka bergerak'."

Seorang menteri kabinet mengatakan Starmer saat ini menghadapi situasi tersebut dengan kepala dingin setelah menjalani sejumlah percakapan pribadi dengan para sekutu terdekatnya.

"Dia hanya ingin melakukan apa yang benar untuk negara ini dan, setelah berbicara dengan orang-orang yang ingin dia ajak bicara, sekarang dia menghabiskan waktu berkualitas dengan penasihat terpentingnya, Vic," ujar menteri tersebut.

Sementara itu, Burnham dijadwalkan dilantik sebagai anggota parlemen pada Senin dan akan bertemu dengan Starmer pada awal pekan ini.

Para pendukung Burnham mengeklaim bahwa mantan Wali Kota Greater Manchester tersebut kini telah memperoleh dukungan lebih dari 201 anggota parlemen Partai Buruh untuk menantang kepemimpinan Starmer apabila sang perdana menteri tidak mengundurkan diri secara sukarela.

Jumlah tersebut dianggap sangat penting karena mewakili lebih dari separuh anggota Parliamentary Labour Party. Dengan kondisi itu, Starmer disebut tidak lagi dapat meyakinkan Raja Inggris bahwa dirinya masih mampu memperoleh kepercayaan mayoritas House of Commons.

"Tidak diragukan lagi Andy menjadi jauh lebih kuat berkat hasil Kamis malam itu," kata seorang tokoh senior Partai Buruh.

"Pertanyaan yang ada di benak para anggota parlemen adalah: siapa yang bisa menghentikan pemerintahan Reform? Dia telah menunjukkan bahwa dia bisa melakukannya di Makerfield dengan cara yang sangat meyakinkan."

Mantan menteri kabinet Lord Falconer bahkan menilai Starmer telah kehilangan hampir seluruh otoritas politiknya.

"Dia sama sekali tidak memiliki otoritas lagi karena semua orang berasumsi Andy Burnham akan segera menantangnya dalam perebutan kepemimpinan dan semua orang berasumsi dia akan menang," kata Falconer kepada BBC.

Starmer kini juga menghadapi tekanan untuk memperjelas niatnya sebelum rapat kabinet penting yang akan digelar Selasa mendatang. Dalam pertemuan tersebut, sejumlah menteri disebut berencana menyampaikan secara langsung bahwa masa kepemimpinan Starmer telah berakhir.

Beberapa nama penting yang dilaporkan mendesak Starmer untuk menetapkan jadwal pengunduran diri antara lain Menteri Perubahan Iklim Ed Miliband, Menteri Dalam Negeri Shabana Mahmood, Menteri Luar Negeri Yvette Cooper, serta Menteri Transportasi Heidi Alexander.

Sementara itu, Jonathan Reynolds selaku chief whip Partai Buruh disebut telah menyampaikan kuatnya aspirasi dari anggota parlemen agar proses pergantian kepemimpinan berlangsung secara tertib.

Di kalangan pendukung Starmer, berkembang ekspektasi bahwa ia akan mengumumkan rencana mundur pada September sehingga penggantinya dapat disahkan secara resmi dalam konferensi tahunan Partai Buruh.

"Ada sisi negatifnya tentu saja, tetapi situasinya memang sudah seperti ini," kata seorang tokoh senior partai.

"Keir telah menyadari bahwa permainan sudah selesai dan yang harus dilakukan sekarang adalah keluar dengan elegan. Yang ingin dia hindari adalah penghinaan. Namun penghinaan terbesar bagi Keir secara pribadi adalah jika dia maju dalam pemilihan ketua partai lalu kalah telak."

Orang-orang yang telah berbicara langsung dengan Starmer menggambarkan suasana hati sang perdana menteri lebih reflektif dibanding konfrontatif.

"Dia tidak sedang berhalusinasi. Ini bukan perdana menteri yang bersembunyi di bunker. Dia jelas sedang merenungkan hasil Makerfield. Dia merenungkan apa arti sebuah kontestasi kepemimpinan. Dia tidak meminta siapa pun memberikan janji kesetiaan," kata seorang sekutunya.

Seorang sumber senior Partai Buruh lainnya mengutip mantan Presiden Amerika Serikat Lyndon B. Johnson.

"Seperti yang dikatakan LBJ, 'Aturan pertama dalam politik adalah belajar menghitung'. Tidak mungkin Keir bertahan melewati pekan ini karena Andy sudah memiliki jumlah dukungan yang diperlukan."

Meski demikian, Downing Street membantah laporan bahwa Starmer segera mengundurkan diri. Seorang sumber di kantor perdana menteri menyebut kabar tersebut hanya spekulasi.

Pada Jumat lalu, Starmer juga menyatakan dirinya akan tetap menjadi kandidat apabila terjadi pemilihan kepemimpinan Partai Buruh.

Ia menegaskan masih memiliki pekerjaan yang harus diselesaikan dan meminta seluruh kader partai untuk bersatu menghadapi Reform UK.

 

(luc/luc) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Kudeta Senyap Hantui PM Inggris, Nasib Keir Starmer di Ujung Tanduk


Most Popular
Features