MARKET DATA

Catat! Badan Geologi ESDM Tegaskan Isu Erupsi Besar Gunung Lawu Hoaks

Tim Redaksi,  CNBC Indonesia
19 June 2026 12:35
Foto: Unggahan terkait kabar erupsi Gunung Lawu di media sosial. (Istimewa)
Foto: Unggahan terkait kabar erupsi Gunung Lawu di media sosial. (Istimewa)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial mengenai Gunung Lawu akan mengalami erupsi besar akibat kenaikan lava, pengisian kantong magma, maupun tekanan lempeng dari jalur Bojonegoro merupakan informasi yang tidak benar atau hoaks.

Mengutip akun Instagram @badan.geologi, berdasarkan hasil pemantauan dan penyelidikan terbaru, tidak ditemukan indikasi kenaikan lava ke permukaan, perubahan signifikan aktivitas magmatik, maupun bukti ilmiah yang mendukung narasi yang beredar di masyarakat.

"Kondisi Gunungapi Lawu saat ini masih dalam kondisi normal berdasarkan data pengamatan," tulis Badan Geologi, dikutip Jumat (19/6/2026).

Badan Geologi menjelaskan bahwa Gunung Lawu yang berada di perbatasan Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah dan Kabupaten Magetan, Jawa Timur, merupakan gunung api tipe B dengan ketinggian 3.265 meter di atas permukaan laut. Gunung ini tidak memiliki catatan erupsi magmatik setelah tahun 1600, meskipun masih menunjukkan aktivitas vulkanik berupa gas solfatara di Kawah Candradimuka.

Hasil penyelidikan geokimia pada 2021 dan 2023 menunjukkan komposisi gas di Kawah Candradimuka masih berada dalam kondisi normal bagi gunung api aktif. Suhu kawah yang tercatat berkisar antara 90,8 hingga 92 derajat Celsius juga tidak menunjukkan adanya indikasi kenaikan lava menuju permukaan.

Analisis terhadap gas dan air panas di sekitar Gunung Lawu mengindikasikan bahwa sistem magmatis di bawah gunung tersebut masih aktif. Namun, tidak ditemukan perubahan signifikan pada komposisi gas maupun air panas, tidak ada indikasi kenaikan fluida magmatik ke permukaan, serta tidak terdapat bukti yang mendukung klaim erupsi besar sebagaimana yang beredar.

"Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak mudah percaya atau menyebarkan informasi resmi melalui MAGMA Indonesia, situs Badan Geologi, dan media sosial resmi Badan Geologi," kata Badan Geologi.

(ven/miq) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Media Asing Ramai Sorot Gunung Dukono Meletus yang Tewaskan 3 Pendaki


Most Popular
Features