5 Photos
Penampakan Luar Dalam Hotel Sultan yang Resmi Diambil Alih Negara
Hotel Sultan di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, resmi beralih ke penguasaan negara setelah proses eksekusi pengosongan lahan. Ini penampakannya.
Hotel Sultan di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, resmi beralih ke penguasaan negara setelah proses eksekusi pengosongan lahan dilaksanakan pada Kamis (18/6/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Petugas dari Pusat Pengelolaan Kompleks Gelora Bung Karno (PPK GBK) langsung melakukan inventarisasi aset sebagai bagian proses pengambilalihan. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Pantauan di lokasi, sejumlah tamu dengan tumpukan koper terlihat meninggalkan gedung Hotel Sultan usai anggota TNI-Polri berhasil mengauasai wilayah tersebut. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
PPK GBK yang berada di bawah Kementerian Sekretariat Negara langsung bergerak melakukan inventarisasi aset di area hotel yang sebelumnya dikelola oleh PT Indobuildco tersebut. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Inventarisasi dilakukan oleh petugas pada setiap sudut Hotel Sultan hingga ruang kamar.. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Petugas mencatat dan mendokumentasikan berbagai fasilitas yang berada di dalam kawasan Hotel Sultan sebagai bagian dari proses administrasi pasca-eksekusi. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Area kolam renang nampak sepi usai eksekusi pengosongan Hotel Sultan. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Sultan Pizzeria yang merupakan restoran di sekitar area kolam renang juga dilakukan inventarisasi dilakukan oleh PPK GBK. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Eksekusi ini merupakan tindak lanjut dari putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang memerintahkan pengosongan lahan Blok 15 GBK. Dalam putusan tersebut, negara dinyatakan sebagai pemilik sah lahan eks Hotel Sultan melalui Hak Pengelolaan Lahan (HPL) Nomor 1/Gelora. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Pemerintah menegaskan bahwa lahan tersebut merupakan aset negara yang dibebaskan sejak sekitar tahun 1959 dan kini kembali berada di bawah kendali negara setelah sengketa hukum yang berlangsung bertahun-tahun berakhir. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
source on Google