Video

Video: Cegah Monopoli, Pengusaha Sawit Usul Ini ke BUMN Ekspor PT DSI

CNBC Indonesia TV, CNBC Indonesia
Kamis, 18/06/2026 11:28 WIB
Jakarta, CNBC Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia- Pada 1 Juni 2026, pemerintahan Presiden Prabowo menetapkan kebijakan ekspor Produk SDA unggulan yakni batu bara, kelapa sawit dan ferro alloy melalui BUMN Khusus yakni PT Danantara Sumberdaya Indonesia (PT DSI).

Kebijakan ekspor satu pintu ini direspon beragam oleh pasar, salah satunya pelemahan harga Tandan Buah Segar (TBS) di sejumlah daerah. Namun Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI), Sahat Sinaga mengatakan turunnya harga TBS ini terkait kegalauan dan ketidakpahamam yang mengkhawatirkan terhambatnya volume perdagangan sehingga Petani Sawit Rakyat (PKS) menunda pembelian sawit yang menyebabkan turunnya harga.

Namun kondisi ini diyakini GIMNI mulai membaik dan pelaku usaha mendukung penuh kebijakan ekspor melalui PT DSI. Namun pengusaha BUMN Khusus ini tidak melakukan monopoli namun bentuk PT DSI merupakan bursa komoditas sehingga bisa menarik investasi dan pengawasan lebih baik.

Sementara mengatakan shock yang terjadi akibat kebijakan ini disebut Ketua Umum Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS), Sabarudin sebagai respons atas kekhawatiran terhadap keberlanjutan produksi dan penyerapan TBS petani.

SPKS menyebutkan terdapat 2-3 juta petani sawit sehingga diharapkan adanya sosialisasi terhadap kebijakan yang terkait petani sawit. Dalam 2 pekan ini, isu ekspor satu pintu telah membuat kerugian petani mencapai RP 1- Rp 2 juta per petani atau mencapai total Rp 100 Miliar per hari

Selengkapnya simak dialog Andi Shalini dengan Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI), Sahat Sinaga dan Ketua Umum Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS), Sabarudindalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Selasa, 18/06/2026

Add as a preferred
source on Google