Kapal Perang Rusia Ugal-ugalan, Kapal Inggris Jadi Sasaran
Jakarta, CNBC Indonesia - Ketegangan di perairan Selat Inggris kembali mencuat setelah sebuah kapal perang Rusia melepaskan tembakan peringatan ke arah kapal pesiar berbendera Inggris yang dinilai berlayar dengan manuver berbahaya.
Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan insiden tersebut melibatkan fregat Admiral Grigorovich yang sedang berlayar di perairan internasional antara Isle of Wight dan Normandy pada Selasa siang waktu setempat. Menurut Moskow, langkah itu diambil setelah berbagai upaya komunikasi dengan kapal sipil Inggris bernama Bright Future tidak mendapat respons.
"Setelah itu, kapal pesiar berbendera Inggris tersebut segera mengubah haluan dan menjauh dari kapal perang Rusia," kata Kementerian Pertahanan Rusia dalam keterangannya, seperti dikutip RT, Kamis (18/6/2026).
Moskow juga menegaskan awak Admiral Grigorovich telah bertindak sesuai aturan navigasi internasional dan mengambil seluruh langkah yang diperlukan untuk mencegah terjadinya insiden.
Rusia menjelaskan awak kapal perang awalnya mendeteksi Bright Future bergerak di jalur yang berpotensi membawa kapal tersebut sangat dekat dengan fregat mereka. Sejumlah upaya dilakukan untuk memperingatkan kapal pesiar tersebut, mulai dari panggilan radio, peluncuran suar sinyal hingga pembunyian sirene.
Namun, seluruh peringatan itu disebut tidak diindahkan. Ketika jarak kedua kapal menyusut hingga sekitar 150 meter, komandan Admiral Grigorovich memutuskan menembakkan tembakan peringatan menggunakan senjata ringan ke arah haluan kapal pesiar tersebut.
Insiden ini pertama kali dilaporkan media Inggris. Namun laporan awal tidak menyebut bahwa kapal pesiar tersebut bergerak menuju kapal perang Rusia. Hingga kini, Kementerian Pertahanan Inggris belum memberikan komentar rinci terkait kejadian tersebut.
Kepada BBC, Kementerian Pertahanan Inggris hanya menyatakan sedang menyelidiki laporan mengenai insiden yang terjadi di Selat Inggris tersebut.
Saat peristiwa berlangsung, Admiral Grigorovich diketahui sedang dipantau kapal patroli Angkatan Laut Kerajaan Inggris, HMS Mersey. Meski demikian, belum diketahui seberapa dekat posisi HMS Mersey dengan kapal perang Rusia ketika insiden terjadi.
Admiral Grigorovich merupakan kapal perang berbobot sekitar 3.600 ton yang mampu membawa rudal jelajah Kalibr. Kapal tersebut merupakan salah satu aset utama armada Rusia yang kerap beroperasi di berbagai kawasan strategis.
Peristiwa ini terjadi hanya dua hari setelah pasukan komando Inggris menyita sebuah kapal tanker berbendera Kamerun bernama Smyrtos yang diduga mengangkut minyak Rusia yang terkena sanksi Barat. Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menyebut kapal tersebut sebagai bagian dari "armada bayangan" Rusia, istilah yang digunakan untuk armada tanker yang mengangkut minyak Rusia tanpa perlindungan perusahaan asuransi Barat.
(tfa/luc) Add
source on Google