Wamensetneg Tegas Soal Alasan Eksekusi Hotel Sultan: Ini Aset Negara!

Tim Redaksi, CNBC Indonesia
Kamis, 18/06/2026 09:48 WIB
Foto: CNBC Indonesia/Faisal Rahman

Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Menteri Sekretaris Negara Bambang Eko Suhariyanto turun gunung untuk melihat langsung eksekusi pengosongan Hotel Sultan. Pada kesempatan itu, Bambang menjelaskan alasan eksekusi pengosongan Hotel Sultan.

Pertama adalah keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dimana diputuskan pelaksanaan eksekusi pengosongan Blok 15 kawasan Gelora Bung Karno (GBK) atau eks Hotel Sultan.

"Semuanya akan menyaksikan pelaksanaan eksekusi. Jadi tanah eks Hotel Sultan ini merupakan aset negara yang dibebaskan oleh pemerintah sekitar tahun 1959 dalam rangka Asian Games ke 4," ungkap Bambang di lokasi, Kamis (18/6/2026).


Kemudian, Bambang menjelaskan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menarik aset-aset pemerintah atau negara yang selama ini dikuasai pihak lain.

"Kita harus mengembalikan semua aset itu di bawah kontrol negara," tegas dia.

Hotel Sultan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta Pusat dipasangi pagar kawat berduri menjelang eksekusi yang akan dilakukan hari ini Kamis (18/06/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman) Foto: CNBC Indonesia/Faisal Rahman

Bambang juga menilai selama 50 tahun pengelolaan Hotel Sultan yang dikelola PT Indobuillco banyak kejanggalan. Menurutnya, PT Indobuildco sudah banyak mendapatkan hak istimewa.

"Selama 50 tahun aset ini digunakan Indobuildco dengan banyak kejanggalan dalam prosesnya. Indobuildco sudah punya privilege selama 50 tahun," ujarnya.

Terakhir, Hotel Sultan merupakan aset strategis. Nantinya setelah dikelola negara akan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat Indonesia.

"Ini aset strategis dan Presiden menyampaikan nanti ketika dikembalikan ke negara aset ini harus dimanfaatkan oleh sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat," tutupnya.


(fys/wur) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Harga TBS Turun Sambut PT DSI, 2 Juta Petani Sawit Merugi