Polisi Gerebek Markas Penculik Kucing, Diduga untuk Dimakan
Jakarta, CNBC Indonesia - Aparat kepolisian di Vietnam berhasil menyita lebih dari 400 ekor kucing dalam sebuah operasi penggerebekan besar-besaran terhadap jaringan kriminal perdagangan daging kucing di Kota Ho Chi Minh. Langkah hukum ini menjadi salah satu kasus penyelamatan kesejahteraan hewan terbesar yang tercatat di negara tersebut dalam beberapa tahun terakhir.
Mengutip The Associated Press, hari Rabu (17/06/2026), laporan dari kelompok kesejahteraan hewan dan media lokal menyatakan bahwa operasi yang berlangsung selama beberapa hari pada pekan lalu tersebut berhasil mempertemukan kembali lebih dari 40 ekor kucing dengan pemilik aslinya. Namun, puluhan kucing lainnya dilaporkan telah mati akibat kondisi penampungan yang sangat buruk saat ditemukan oleh petugas di lapangan.
"Operasi ini menjadi pengingat yang menyadarkan kita akan besarnya skala perdagangan daging kucing di Vietnam," ujar Karanvir Kukreja, pemimpin kampanye antikonsumsi daging anjing dan kucing dari lembaga nirlaba internasional Humane World for Animals.
Penyelidikan intensif yang dimulai pekan lalu atas maraknya kasus pencurian hewan peliharaan di Kota Ho Chi Minh berhasil menuntun polisi untuk melacak jaringan kriminal ini dan menahan sembilan orang tersangka. Divisi Polisi Kriminal Kota Ho Chi Minh menemukan 45 kandang besi berisi sekitar 400 ekor kucing hidup, empat wadah busa berisi es dengan sekitar 80 ekor kucing mati, serta 21 ekor kucing hidup lainnya di lokasi terpisah.
Para tersangka yang ditahan telah mengakui perbuatan mereka yang menjebak dan mengumpulkan kucing secara ilegal di seluruh wilayah Vietnam selatan selama tiga tahun terakhir. Aksi kriminalitas ini mencakup wilayah operasional di Kota Ho Chi Minh, Tay Ninh, hingga wilayah An Giang.
"Kenyataan pahit tentang perdagangan ini adalah ribuan kucing setiap bulan dicuri, diperdagangkan, dan disembelih untuk diambil dagingnya di seluruh negeri. Bersyukur, hewan-hewan yang selamat ini berhasil lolos," ungkap Phuong Pham, Direktur Humane World for Animals untuk wilayah Vietnam.
Beberapa dari kucing yang diselamatkan tersebut diketahui sedang berada dalam kondisi hamil, hingga ada beberapa anak kucing yang akhirnya lahir di bawah pengawasan kepolisian pada pekan ini. Chris Gindelhumer dari lembaga nirlaba Vietnam Cat Welfare mengungkapkan bahwa situasi emosional di posko perawatan sangat mengharukan.
"Hal ini karena banyak keluarga lokal yang menangis bahagia saat menemukan hewan peliharaan mereka, meskipun ada juga yang harus kecewa," tuturnya.
Praktik konsumsi daging anjing dan kucing sendiri sebenarnya berstatus legal secara hukum di Vietnam, dengan syarat para pedagang wajib memiliki izin resmi untuk memvalidasi asal-usul hewan tersebut.
Namun, beberapa kota seperti Hoi An di Vietnam tengah mulai bekerja sama dengan organisasi dunia untuk menghentikan total konsumsi ini, menyusul langkah Korea Selatan yang telah resmi melarang perdagangan daging anjing pada tahun 2024 lalu.
(tps/luc) Add
source on Google