Amankan Listrik, Bahlil Bentuk Tim Pengadaan Batu Bara Untuk PLN

Firda Dwi Muliawati, CNBC Indonesia
Rabu, 17/06/2026 12:10 WIB
Foto: Pekerja melakukan bongkar muat batubara di Terminal Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (6/1/2022). (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membentuk tim khusus pengadaan batu bara untuk menjamin keandalan pasokan bagi PT PLN (Persero). Hal itu untuk mengamankan sistem kelistrikan nasional dari risiko kekurangan stok bahan bakar pada pembangkit listrik di dalam negeri.

Bahlil mengatakan pembentukan tim tersebut merupakan arahan dari Presiden RI Prabowo Subianto. Pihaknya memutuskan untuk membentuk tim pengadaan batu bara untuk PLN.

"Semalam sudah rapat diarahkan langsung oleh Bapak Presiden bahwa dalam rangka pengawasan energi primer agak tidak begini terus maka kita membentuk tim pengadaan PLN, Irjen, Dirjen Minerba, dan BPKP agar tidak ada dusta diantara kita. Jangan kita baku tipu terus kerjanya," ujarnya dalam Rapat Kerja dengan Komisi 12 DPR RI, Jakarta, dikutip Rabu (17/6/2026).


Senada dengan itu, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyampaikan, pembentukan tim tersebut merupakan tindak lanjut dari evaluasi menyeluruh oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia terhadap kebutuhan energi domestik. Ia menyebutkan pemerintah saat ini sedang melakukan penyesuaian untuk menutup selisih antara volume kebutuhan riil dengan kontrak pengadaan yang sudah berjalan.

"Jadi kita Pak Menteri kan sudah sampaikan sudah dilakukan evaluasi untuk seluruh kebutuhan PLN. Dan itu dipenuhi," kata Yuliot saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Pemerintah mengidentifikasi adanya selisih volume pasokan yang cukup besar untuk memenuhi operasional pembangkit listrik tahun ini. Berdasarkan data evaluasi pihaknya, total kebutuhan batu bara PLN tercatat mencapai 154 juta ton, sementara volume yang ada dalam kontrak kerja sama baru menyentuh angka 132 juta ton.

"Itu kemarin kan disampaikan kebutuhan PLN itu adalah 154 juta, yang sudah dipenuhi berdasarkan kontrak 132 juta. Dan itu kekurangan 20 itu lagi diusahakan itu penyesuaian," lanjutnya.

Terkait target produksi nasional, pemerintah memproyeksikan angka lifting batu bara tahun 2026 akan di atas level 600 juta ton. Angka tersebut akan mengutamakan kebutuhan dalam negeri.

"Ya pasti. Ya menyesuaikan dengan kebutuhan di dalam negeri. Itu kan ada DMO yang ditetapkan," tandasnya.


(pgr/pgr) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Bahlil Rapat Dengan Presiden Kemarin Malam, Ini Isi Bahasannya!