Purbaya Curhat Pajak dan Bea Cukai Dulu Sulit Kerja Sama
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim dirinya telah membereskan masalah ego sektoral di lingkungan Kementerian Keuangan.
Menurutnya, dahulu, ego sektoral sebelumnya kerap menekan kinerja jajaran direktorat jenderal di Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Pasalnya, ego sektoral ini membuat direktorat jenderal di Kemenkeu sulit bekerja sama, contohnya Ditjen Pajak dan Ditjen Bea Cukai.
"Misalnya dulu pajak dan bea cukai itu susah banget kerja samanya. Sekarang sudah bisa dibereskan. Jadi, kita dorong itu supaya kerja samanya bagus," kata dia di DPR RI, Jakarta, dikutip Rabu (17/6/2026).
Dengan tuntasnya masalah silo-silo ini, dia yakin kinerja internal Kemenkeu akan lebih cepat dan bersinergi ke depannya.
Purbaya pun memastikan bahwa Kemenkeu kini menjadi organisasi yang lebih lincah (agile) dan adaptif dibandingkan sebelumnya karena ego sektoral sudah dibereskan.
"Apakah Kementerian Keuangan agile? Mungkin kalau Anda tanya dua tahun lalu, tidak. Kalau sekarang saya pikir sudah agile, walaupun ada silo-silo, kita kurangi silo semaksimal mungkin. Jadi sudah tidak seperti dulu lagi," tegasnya.
Dalam kesempatan ini, Purbaya pun menegaskan tidak boleh ada lagi ego sektoral di tingkat direktorat jenderal yang bisa menghambat kerja organisasi.
"Supaya yang lain bisa lebih sinergi dalam pengertian, Kementerian Keuangan kan satu sebetulnya. Gak perlu ada ego di satu kedirjenan, nanti kita bereskan," tegasnya.
(haa/haa) Add
source on Google