FOTO Internasional

Rusia Bombardir Kyiv, Warga Sembunyi di Stasiun Bawah Tanah

Reuters, CNBC Indonesia
Selasa, 16/06/2026 15:45 WIB

Warga Kyiv berlindung di stasiun metro bawah tanah usai serangan Rusia mengguncang ibu kota Ukraina. 



1/6 Warga Kyiv berlindung di stasiun metro bawah tanah usai serangan Rusia mengguncang ibu kota Ukraina pada Senin (15/6/2026) waktu setempat. (REUTERS/Alina Smutko)

Warga Kyiv berlindung di stasiun metro bawah tanah usai serangan Rusia mengguncang ibu kota Ukraina pada Senin (15/6/2026) waktu setempat. (REUTERS/Alina Smutko)

2/6 Warga Kyiv berlindung di stasiun metro bawah tanah usai serangan Rusia mengguncang ibu kota Ukraina pada Senin (15/6/2026) waktu setempat. (REUTERS/Alina Smutko)

Serangan besar tersebut menyebabkan kebakaran di kompleks keagamaan Kyiv Pechersk Lavra dan mengakibatkan sedikitnya 20 orang terluka. (REUTERS/Alina Smutko)

3/6 Warga Kyiv berlindung di stasiun metro bawah tanah usai serangan Rusia mengguncang ibu kota Ukraina pada Senin (15/6/2026) waktu setempat. (REUTERS/Alina Smutko)

Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, mengimbau warga untuk tetap berada di tempat perlindungan hingga situasi dinyatakan aman.  (REUTERS/Alina Smutko)

4/6 Warga Kyiv berlindung di stasiun metro bawah tanah usai serangan Rusia mengguncang ibu kota Ukraina pada Senin (15/6/2026) waktu setempat. (REUTERS/Alina Smutko)

Ia juga mengatakan serangan itu menyebabkan sekitar 140 ribu kehilangan aliran listrik. (REUTERS/Valentyn Ogirenko)

5/6 Warga Kyiv berlindung di stasiun metro bawah tanah usai serangan Rusia mengguncang ibu kota Ukraina pada Senin (15/6/2026) waktu setempat. (REUTERS/Alina Smutko)

Selain itu, sejumlah rumah dan kendaraan dilaporkan terbakar akibat puing-puing drone yang jatuh setelah berhasil dicegat sistem pertahanan udara. (REUTERS/Valentyn Ogirenko)

6/6 Warga Kyiv berlindung di stasiun metro bawah tanah usai serangan Rusia mengguncang ibu kota Ukraina pada Senin (15/6/2026) waktu setempat. (REUTERS/Alina Smutko)

 Warga melakukan beragam aktivitas di tempat perlindungan, mulai dari duduk berkumpul, memantau situasi melalui ponsel, hingga tidur. (REUTERS/Alina Smutko)

Add as a preferred
source on Google