Bukan Insentif, Bos Mal Malah Minta ini ke Pemerintah

Martyasari Rizky, CNBC Indonesia
Senin, 15/06/2026 14:25 WIB
Foto: Ketua Umum APPBI, Alphonzus Widjaja. (CNBC Indonesia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) menilai pemulihan daya beli masyarakat harus menjadi prioritas utama pemerintah, dibandingkan memberi insentif langsung kepada sektor ritel.

Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja mengatakan, berbagai stimulus untuk sektor ritel tidak akan efektif apabila masyarakat tetap menahan belanja.

"Kalau kita bicara stimulus ataupun insentif yang diharapkan, stimulus insentif dari pemerintah untuk sektor ritel menurut saya itu prioritas kedua," kata Alphonzus dalam Closing Bell CNBC Indonesia, dikutip Senin (15/6/2026).


Menurut dia, sektor ritel pada dasarnya hanya membutuhkan konsumen yang memiliki kemampuan berbelanja.

"Prioritas utama adalah tetap bagaimana kita fokus untuk menaikkan, (dan/atau) meningkatkan daya beli masyarakat," ujarnya.

"Percuma saja itu stimulus ataupun insentif untuk sektor ritel kalau tidak ada yang belanja. Buat sektor ritel itu yang paling penting belanja," sambung dia.

Alphonzus menuturkan, ketika daya beli masyarakat kembali pulih, aktivitas ritel akan bergerak secara alami tanpa harus bergantung pada berbagai program bantuan pemerintah.

"Kalau daya beli itu sudah normal, ataupun daya belinya luar biasa, otomatis belanja, tanpa perlu sektor ritel dikasih insentif, dikasih stimulus begitu," pungkasnya.


(dce) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Daya Beli Terganggu, Warga RI ke Mall Belanja Barang Murah