MARKET DATA

Laba Pertamina Hulu Energi Tembus Rp38,57 Triliun pada 2025

Verda Nano Setiawan,  CNBC Indonesia
15 June 2026 10:25
Program Development Drilling atau Pengeboran Pengembangan mampu meningkatkan produksi minyak PEP Zona 4 hingga 10 kali lipat dalam kurun waktu 2019 hingga 2025. (Doc PT Pertamina Hulu Energi (PHE))
Foto: Program Development Drilling atau Pengeboran Pengembangan mampu meningkatkan produksi minyak PEP Zona 4 hingga 10 kali lipat dalam kurun waktu 2019 hingga 2025. (Doc PT Pertamina Hulu Energi (PHE))

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) selaku Subholding Upstream Pertamina membukukan laba bersih sebesar US$2,175 miliar atau setara Rp38,57 triliun (kurs Rp17.733 per US$) sepanjang tahun 2025. Capaian tersebut ditopang oleh kinerja operasional dan eksplorasi yang solid.

Berdasarkan laporan kinerja yang disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar di Jakarta, Rabu (10/6/2026), hingga akhir Desember 2025 PHE berhasil membukukan produksi minyak dan gas bumi (migas) sebesar 1,032 juta barel setara minyak per hari (million barrel oil equivalent per day/MMBOEPD).

Adapun, produksi tersebut terdiri atas minyak sebesar 556 ribu barel per hari (MBOPD) dan gas bumi sebesar 2.757 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Pencapaian tersebut didukung oleh pelaksanaan berbagai program pengembangan lapangan secara masif.

Sepanjang tahun 2025, PHE berhasil menyelesaikan pengeboran eksploitasi sebanyak 887 sumur, kegiatan workover pada 1.288 sumur, serta well service pada 37.266 sumur.

Di sisi eksplorasi, perusahaan terus memperkuat upaya penemuan sumber daya baru guna menjaga keberlanjutan produksi jangka panjang. Hingga akhir tahun 2025, telah dilakukan pemboran 20 sumur eksplorasi, survei seismik 2D sepanjang 2.931 kilometer, serta survei seismik 3D seluas 855 kilometer persegi.

Upaya eksplorasi tersebut menghasilkan penemuan sumber daya kontingen (2C) sebesar 1.097,43 juta barel setara minyak (MMBOE). Kontribusi utama berasal dari temuan Migas Non-Konvensional (MNK)di Wilayah Kerja Rokan sebesar 724,22 juta barel minyak (MMBO).

Selain itu, PHE juga berhasil membukukan penambahan cadangan terbukti (P1) sebesar 314 MMBOE. Tambahan cadangan tersebut diperoleh melalui realisasi aktivitas merger dan akuisisi (M&A), termasuk kontribusi aset di Aljazair, yakni proyek MLN Phase 5 di Blok 405a.

Seluruh pencapaian tersebut didukung dari seluruh entitas afiliasi PHE yaitu Regional 1 (Sumatera), Regional 2 (Jawa), Regional 3 (Kalimantan), Regional 4 (Jawa Timur dan Indonesia Timur), Regional 5 (Internasional), Elnusa, Badak LNG, dan Pertamina Drilling Service Indonesia.

Corporate Secretary PHE Hermansyah Y Nasroen mengatakan bahwa capaian sepanjang 2025 menunjukkan konsistensi perusahaan dalam menjaga kinerja operasional sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang.

"Pencapaian produksi lebih dari 1 juta BOEPD dan penemuan sumber daya baru lebih dari 1 miliar BOE menunjukkan komitmen PHE untuk terus menjaga ketahanan energi nasional. Kinerja ini juga mencerminkan upaya berkelanjutan perusahaan dalam meningkatkan produksi sekaligus memperkuat cadangan dan sumber daya untuk mendukung pertumbuhan di masa depan," ujar Hermansyah dalam keterangan tertulis, Senin (15/6/2026).

Ia menambahkan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan seluruh pekerja, mitra kerja, pemerintah, dan para pemangku kepentingan yang terus bersinergi dalam menjaga keberlangsungan operasi perusahaan.

"Ke depan, PHE akan terus fokus pada peningkatan kinerja operasional yang unggul, penerapan teknologi dan inovasi, serta pengembangan sumber daya dan cadangan secara berkelanjutan guna mendukung target produksi nasional dan mewujudkan ketahanan energi Indonesia," katanya.

(pgr/pgr) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Pertamina Punya Lapangan Minyak di Irak, Begini Kabar Terbarunya


Most Popular
Features