Breaking! AS-Iran Resmi Deal Damai Perang, Tanda Tangan Jumat Ini
Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) dan Iran dikabarkan telah mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Kabar tersebut diumumkan langsung oleh Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, yang berperan sebagai mediator dalam proses perundingan.
Menurut kedua pemimpin, kesepakatan damai itu dijadwalkan ditandatangani secara resmi di Swiss pada Jumat mendatang. Trump bahkan menyatakan seluruh poin perjanjian dengan Teheran telah rampung dan siap difinalisasi dalam penandatanganan tersebut.
"Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah lengkap," tulis Trump melalui platform Truth Social pada Minggu waktu setempat.
Sementara itu, Sharif yang berperan sebagai mediator dalam perundingan mengatakan pakta tersebut mencakup penghentian permanen operasi militer di seluruh front konflik.
"Penghentian segera dan permanen operasi militer di semua lini, termasuk di Lebanon," tulis Sharif dalam unggahannya di platform X.
Meski rincian final kesepakatan belum dipublikasikan, sejumlah sumber yang mengetahui proses negosiasi menyebut perjanjian itu akan membuka kembali Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi dunia yang selama berbulan-bulan terdampak konflik. Selain itu, blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran juga akan diakhiri.
"Kapal-kapal dunia, nyalakan mesin Anda. Biarkan minyak mengalir!" tulis Trump, merujuk pada potensi normalisasi arus perdagangan energi global.
Sumber Reuters sebelumnya mengungkapkan draf kesepakatan mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, penghentian blokade maritim AS, serta perpanjangan gencatan senjata. Adapun isu program nuklir Iran akan dibahas lebih lanjut dalam perundingan tambahan selama 60 hari ke depan.
Konflik antara AS dan Iran telah menelan ribuan korban jiwa sejak serangan pertama terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Eskalasi perang juga berdampak luas terhadap pasar energi global setelah Iran memblokade Selat Hormuz dan menyerang sejumlah target yang terkait dengan AS dan sekutunya di kawasan Timur Tengah.
Dari sisi substansi, pejabat senior Iran sebelumnya mengungkapkan bahwa AS akan melepaskan aset Iran yang selama ini dibekukan senilai US$25 miliar atau sekitar Rp444 triliun. Sebagai imbalannya, Iran berkomitmen tidak memproduksi maupun memperoleh senjata nuklir.
Iran juga disebut bersedia mempertahankan status quo program nuklirnya, termasuk tidak meningkatkan pengayaan uranium dan tidak memperluas fasilitas nuklir selama proses negosiasi lanjutan berlangsung.
Di pihak lain, pejabat AS menyebut kesepakatan jangka panjang nantinya akan mengarah pada pembongkaran program nuklir Iran secara bertahap, termasuk penghancuran dan pemindahan cadangan uranium yang telah diperkaya.
Meski demikian, proses menuju perdamaian masih menghadapi tantangan dari kelompok garis keras di Iran. Dalam demonstrasi yang berlangsung di sejumlah kota pada akhir pekan lalu, sejumlah peserta aksi secara terbuka menolak kerangka kesepakatan tersebut dan menyerukan penolakan terhadap kompromi dengan Washington.
(tfa/tfa) Add
source on Google