Internasional

Presiden Jerman Bertemu Prabowo Hari Ini, Berikut Bocoran Agendanya

tfa, CNBC Indonesia
Senin, 15/06/2026 06:05 WIB
Foto: Bendera Jerman di gedung Reichstag, kursi Bundestag Jerman, berkibar tertiup angin. Foto: Monika Skolimowska/dpa (dpa/picture alliance via Getty I/picture alliance)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Republik Federal Jerman, Frank-Walter Steinmeier, dijadwalkan bertemu Presiden Prabowo Subianto di Jakarta hari ini, Senin (15/6/2026). Kunjungan tersebut menjadi sinyal penguatan hubungan bilateral sekaligus komitmen Berlin untuk memperluas kerja sama dengan RI di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global.

Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste, mengatakan pesan utama dari kunjungan tersebut adalah bahwa Jerman ingin menegaskan posisinya sebagai mitra strategis dan dapat diandalkan bagi Indonesia.

"Jerman adalah mitra yang kuat dan dapat diandalkan bagi Indonesia. Kami berkomitmen menjadi mitra jangka panjang Indonesia dalam menghadapi tantangan masa depan," ujar Beste dalam konferensi pers di Kedutaan Besar Jerman, Jakarta Pusat.


Menurut Beste, Steinmeier akan didampingi delegasi bisnis dari berbagai sektor, mulai dari logistik, mobilitas tenaga kerja, digitalisasi, hingga industri permesinan. Selain itu, rombongan juga mencakup perwakilan kalangan budaya, ilmuwan, dan akademisi.

Kunjungan ini menjadi yang pertama bagi Steinmeier ke Indonesia sejak Prabowo resmi menjabat sebagai presiden. Pemerintah Jerman memandang Indonesia sebagai salah satu mitra strategis penting di kawasan Indo-Pasifik, terutama di tengah upaya Berlin memperkuat dan mendiversifikasi kemitraan internasionalnya.

Dalam agenda kenegaraan di Jakarta, Prabowo akan menyambut Steinmeier dengan upacara militer. Kedua kepala negara dijadwalkan membahas penguatan kerja sama di bidang ekonomi, energi, iklim, perekrutan tenaga kerja terampil, serta kebudayaan.

Selain itu, kedua pemimpin juga akan menegaskan kesamaan pandangan terkait demokrasi, tatanan internasional berbasis aturan (rules-based order), serta pentingnya keterlibatan multilateral yang kuat di kawasan Indo-Pasifik.

"Kami perlu memperkuat dan mendiversifikasi kemitraan internasional. Indonesia sebagai negara menengah yang terus berkembang merupakan mitra strategis yang sangat penting bagi Jerman," kata Beste.

Di luar agenda politik dan ekonomi, Steinmeier juga dijadwalkan mengunjungi Masjid Istiqlal dan Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan masjid terbesar di Asia Tenggara tersebut dengan Gereja Katedral Jakarta. Kunjungan itu dimaksudkan untuk menunjukkan pentingnya toleransi antarumat beragama yang menjadi salah satu ciri khas Indonesia.

Presiden Jerman juga akan berdialog dengan para peneliti, intelektual publik, serta perwakilan lembaga pemikir (think tank) mengenai peran negara-negara menengah di tengah perubahan tatanan global.

Setelah merampungkan agenda di Jakarta, Steinmeier dijadwalkan melanjutkan kunjungan kerjanya ke Filipina dan Uzbekistan. Lawatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kunjungan ke tiga negara di Asia dan Asia Tengah yang berlangsung pada 14-18 Juni 2026.


(tfa/tfa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Prabowo Jawab Kritikan Sering Keluar Negeri, Singgung Jokowi