Dorong Prinsip ESG, Gubernur Malut Awasi Praktik Industri Tambang

Khoirul Anam, CNBC Indonesia
Jumat, 12/06/2026 17:20 WIB
Foto: Buka-bukaan Gubernur Sherly Soal Hilirisasi Nikel, Lapangan Kerja & Komitmen Jaga Lingkungan

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Provinsi Maluku Utara mendorong dunia usaha untuk berkomitmen menerapkan Good Mining Practice dengan menjalankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di wilayahnya. Hal ini penting dilakukan guna menjaga keberlangsungan lingkungan hidup.

Pemprov Maluku Utara pun terus mengawasi replanting dan reklamasi untuk memastikan industri bertanggung jawab dalam upaya mengembalikan fungsi kondisi hutan dan lingkungan setelah proses penambangan.

"Tentu ada yang dirusak. Ada pohon yang ditebang. Dan kita mengambil lapisan nikel. Apakah akan musnah? Iya tetapi yang perlu dibahas adalah bagaimana pengelolaannya," ungkap Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos dalam Closing Bell, CNBC Indonesia Selasa, (11/05/2026).


Untuk itu implementasi ESG perlu diperhatikan dalam menjaga industri nikel. Caranya adalah dengan memastikan pengelolaan nikel secara bertanggung jawab.

"Intinya nikel itu dipakai untuk baterai, yang mana ini green product. Tidak mungkin kita gunakan green product, tapi prosesnya tidak green," tegas Sherly.

Di samping replanting dan reklamasi, Sherly mengungkapkan tanah yang sudah dipulihkan tersebut lalu dimanfaatkan kembali sebagai hutan sosial atau dikembalikan kepada masyarakat untuk ditanami cengkeh, pala, hingga kelapa.

"Jadi memastikan bahwa apa yang diambil dari bawah tanah, setelah itu kita fokus kepada restoratif, bagaimana mengambil kembali apa yang sudah diambil," ujar dia.

Lebih lanjut, Sherly mengungkapkan bahwa dalam sepuluh tahun yang akan datang, hilirisasi nikel masih akan terjadi di Maluku Utara. Dia bahkan memproyeksikan beberapa pabrik baterai untuk kendaraan listrik akan berdiri di Maluku Utara.

"Saya membayangkan 10 tahun lagi Maluku Utara menjadi contoh bagaimana provinsi menggunakan kekayaan alamnya menjadi modal untuk amunisi kekayaan manusianya," tegas dia.

Sebagai informasi,hingga kuartal I 2026 Provinsi Maluku Utara berhasil mencatat pertumbuhan ekonomi 19,6% yang sebagian besar didukung oleh hilirisasi, terutama nikel. Hilirisasi nikel juga membawa multiplier effect termasuk menciptakan 100.000 lapangan kerja dan perputaran ekonomi.


(dpu/dpu) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Cara Maluku Utara Jaga Lingkungan di Tengah Hilirisasi Nikel