Miris! Bank Dunia Soroti Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI Turun Tajam

Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
Jumat, 12/06/2026 18:10 WIB
Foto: Sejumlah pekerja berjalan pulang di Kawasan Sudirman, Jakarta, Jumat (13/12/2024). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - World Bank atau Bank Dunia menaruh perhatian khusus terhadap kualitas lapangan pekerjaan di Indonesia yang dianggap memiliki "permasalahan struktural".

Temuan tersebut dibahas dalam laporan Indonesia Economic Prospects edisi Juni 2026. Lapangan kerja meningkat sebesar 1,9 juta antara Agustus 2024 hingga Agustus 2025, dan pengangguran turun tipis menjadi 4,9%.


"Namun, hampir setengah dari lapangan kerja baru terserap ke dalam sektor-sektor dengan produktivitas lebih rendah-pertanian dan jasa akomodasi/makanan-sementara sektor-sektor dengan keterampilan lebih tinggi seperti jasa keuangan mengalami stagnasi atau kontraksi," tulis Laporan Bank Dunia dikutip Jumat (12/6/2026).

Bank Dunia juga melihat jumlah pengangguran terselubung atau pekerja yang bekerja dengan jam kerja lebih sedikit dibanding yang diharapkan mengalami tren peningkatan sejak 2022 hingga mencapai 32,7%.

"Hal ini menunjukkan adanya kelemahan mendasar yang terus-menerus dalam kualitas pekerjaan," ujar Bank Dunia.

Sementara itu, upah riil bagi pekerja berketerampilan menengah dan tinggi telah menurun sekitar 1-2% per tahun sejak tahun 2018.

Kemudian jumlah pekerja yang memperoleh pendapatan kelas menengah telah menurun tajam, dari 14,5% pada tahun 2018 menjadi lebih dari 7% pada tahun 2025.

Kondisi itu disebabkan oleh minimnya lapangan kerja formal bergaji layak dan penurunan upah riil sehingga memicu penurunan status ekonomi kelas menengah menjadi kelompok rentan miskin.

"Tren ini menggarisbawahi ketidaksesuaian struktural: perekonomian menciptakan lapangan kerja, namun tidak cukup lapangan kerja produktif dan bergaji tinggi yang dibutuhkan untuk mempertahankan mobilitas ke atas dan memperluas kelas menengah," pungkas Bank Dunia.


(haa/haa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Bank Dunia: Setengah Subsidi BBM RI Dinikmati 20% Orang Terkaya