08:24
Video: Daya Beli Terganggu, Warga RI ke Mall Belanja Barang Murah
Jakarta, CNBC Indonesia- Di tengah gejolak ekonomi dan geopolitik global, tingkat kunjungan masyarakat ke pusat belanja relatif stabil. Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja mengatakan mal atau pusat belanja menjadi pusat berkumpul bagi masyarakat meski terjadi perubahan pola belanja ke produk dengan unit price yang murah.
Kondisi ini tidak lepas dari pelemahan daya beli kelas menengah Bawah membuat spending barang cenderung ke barang murah. Selain itu pola belanja masih tergantung dengan musim dan situasi meski saat ini masuk dalam masa low season setelah momen Ramadan dan Lebaran.
Di sisi lain pelemahan Rupiah hingga gejolak global yang mengerek Harga BBM membuat biaya logistik naik sehingga biaya operasional melonjak lebih dari 30%. Saat ini ekspansi pembangunan pusat belanja baru banyak difokuskan di luar pulau Jawa mengingat potensi segmen dan pasar menengah bawah yang masih cukup menjanjikan.
Seperti apa perkembangan bisnis pusat belanja hadapi gejolak 2026? Selengkapnya simak dialog Maria Katarina dengan Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja dalam Closing Bell, CNBC Indonesia (Selasa, 11/05/2026)
Addsource on Google