Internasional

Breaking News! Iran Luncurkan Serangan ke Kuwait, Hantam Radar Bandara

tps, CNBC Indonesia
Jumat, 12/06/2026 07:10 WIB
Foto: Rekaman CCTV menunjukkan sebuah mobil meninggalkan tempat parkir saat api dan asap mengepul setelah serangan di Bandara Internasional Kuwait di Kota Kuwait, Kuwait, 3 Juni 2026, dalam cuplikan video ini. (via REUTERS/CIVIL AVIATION KUWAIT)

Jakarta, CNBC Indonesia - Iran meluncurkan serangan udara brutal yang menyasar infrastruktur sipil pada Kamis, (11/06/2026) pagi waktu setempat. Gempuran rudal ini dilaporkan menghancurkan fasilitas vital bandara internasional serta menyebabkan sejumlah warga mengalami luka-luka di tengah eskalasi perang Timur Tengah yang kian tak terkendali.

Mengutip laporan Arab News, serangan fajar ini menandai aksi pemboman kedua yang diluncurkan oleh militer Iran terhadap satu-satunya bandara internasional milik Kuwait dalam kurun waktu sepekan terakhir. Sebelumnya, sebuah serangan drone otonom pada 3 Juni lalu juga telah menewaskan seorang warga negara India serta melukai 63 orang lainnya di lokasi yang sama.

"Radar bandara menjadi sasaran pagi ini. Serangan tersebut melukai orang-orang serta menyebabkan kerusakan material dan kerugian signifikan yang memengaruhi fasilitas radar, peralatan, dan sistem manajemen lalu lintas udara," tulis rilis resmi otoritas penerbangan sipil Kuwait dalam surat protes yang dilayangkan kepada Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO).


Pihak kementerian luar negeri setempat langsung mengeluarkan pernyataan diplomatik resmi guna merespons aksi pemboman beruntun tersebut. Kuwait mengutuk keras tindakan sepihak dari Teheran yang dinilai telah melanggar kedaulatan wilayah serta mengancam keselamatan penerbangan sipil internasional secara fatal.

Sesaat sebelum ledakan besar menghancurkan radar bandara, armada militer Kuwait mengonfirmasi bahwa unit pertahanan udara mereka sempat bergerak aktif di lapangan. Pasukan lokal melepaskan tembakan meriam pencegat untuk menghalau kawanan proyektil asing yang terdeteksi meluncur di langit Kuwait setelah militer Amerika Serikat meluncurkan serangan baru ke dalam teritorial Iran.

Pihak Teheran sendiri berdalih bahwa rangkaian serangan udara ini sengaja diarahkan ke wilayah Kuwait dan Bahrain sebagai aksi balasan. Iran menuduh kedua negara Teluk tersebut telah memberikan izin bagi militer Amerika Serikat untuk menggunakan pangkalan militer mereka sebagai tempat peluncuran serangan yang menyasar kapal tanker dan pulau milik Iran beberapa waktu lalu.

"Pasukan kami telah membombardir markas besar Angkatan Laut AS di Bahrain serta Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait," tegas pihak militer Iran dalam siaran resminya tanpa memberikan penjelasan atau menyebutkan mengenai hantaman yang menyasar area bandara sipil.

Tuduhan sepihak dari Teheran tersebut langsung dibantah keras oleh pemerintah Kuwait. Sebagai bentuk tindakan tegas atas fitnah militer dan agresi bersenjata yang berulang kali terjadi, otoritas Kuwait secara resmi menjatuhkan sanksi diplomatik dengan mengusir dua orang staf kedutaan besar Iran untuk segera angkat kaki meninggalkan negara mereka.

Aksi pemboman yang menyasar fasilitas publik ini dinilai sangat keji karena mengulangi pemandangan berdarah pada pekan lalu. Berdasarkan laporan tim medis, banyak korban luka dari serangan pekan lalu yang menderita trauma kepala berat, pendarahan otak, hingga terpaksa harus menjalani tindakan amputasi medis akibat terkena serpihan ledakan bom.

Meskipun otoritas penerbangan kini telah berhasil membuka kembali wilayah udara Kuwait untuk aktivitas penerbangan komersial pasca-penutupan singkat, situasi di lapangan masih diselimuti ketegangan tinggi. Insiden berdarah di bandara ini tercatat sebagai serangan fatal pertama yang berhasil menembus wilayah Teluk sejak kesepakatan gencatan senjata rapuh antara Amerika Serikat dan Iran diberlakukan pada 8 April lalu.


(tps/tps) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Detik-detik Rudal Iran Hantam Bandara Kuwait