Harga BBM Pertamax Cs Naik, ESDM Beberkan Alasannya

Verda Nano Setiawan, CNBC Indonesia
Kamis, 11/06/2026 15:20 WIB
Foto: CNBC Indonesia/Muhammad Luthfi Rahman

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) buka suara atas naiknya harga beberapa produk Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi di SPBU PT Pertamina (persero). Diantara yang mengalami kenaikan adalah BBM Pertamax atau RON 92 dan juga Pertamax Green 95.

Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia menyatakan bahwa pemerintah sangat memahami kekhawatiran masyarakat terhadap kenaikan harga BBM, khususnya Pertamax.

"Tapi ini kan kalau kita perhatikan bersama, kondisi geopolitik ini berlangsung sangat berdampak mempengaruhi harga minyak. Makanya juga berdampak terhadap harga minyak di tanah air," terang Dwi Anggia di Kantor Kementerian ESDM, Kamis (11/6/2026).


Anggia menjabarkan, sejatinya BBM non subsidi seperti Pertamax, mekanisme harganya ditentukan melalui harga pasar. Di mana ketika harga minyak mentah naik, mau tidak mau akan ada penyesuaian.

"Karena parameternya, harga ini tidak bicara crude atau BBM produknya saja, tapi juga ada biaya distribusi di situ, biaya penyimpanan dan pajak dan lain-lain. Sehingga dalam kondisi yang sekarang, mau tidak mau memang harus ada penyesuaian," ungkap Anggia.

Yang terpenting, kata Anggia, pemerintah sesuai dengan arahan Presiden RI Prabowo tetap menjaga harga BBM subsidi seperti Pertalite dan juga biosolar atau solar subsidi. Hal ini supaya kelompok yang paling rentan , seperti masyarakat miskin tetap terjaga.

"Kalau boleh meminjam istilahnya, Presiden mengeluarkan kebijakan yang pro wong cilik. BBM subsidi dijaga untuk tidak naik. Pertalite tidak akan naik, biosolar atau solar subsidi juga tidak akan naik, karena ini yang akan berpengaruh sangat besar,"

"Kemudian kalau bicara, ini kan efek dominonnya pasti ada. Tentu, pasti. Pemerintah juga memahami ini dan tidak bisa mengindahkan bahwa fakta itu ada. Tapi paling tidak, efek domino ini bisa diminimalisir. Kenapa? Karena, contoh untuk transportasi umum, angkutan umum, angkutan logistik itu kan masih menggunakan BBM yang disubsidi oleh pemerintah," tegas Anggia.


(pgr/pgr) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Pemerintah Resmi Tetapkan Kebijakan BBM Campur BBN