MARKET DATA

Menkop Ferry Buka Suara Soal Koperasi Merah Putih Gusur Sekolah di NTT

Martyasari Rizky,  CNBC Indonesia
11 June 2026 14:50
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono saat ditemui usai rapat koordinasi terbatas (Rakortas) di kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Senin (27/10/2025). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)
Foto: Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono buka suara terkait tudingan pembangunan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang disebut-sebut menggusur sebuah sekolah dasar.

Penjelasan itu disampaikan Ferry saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, setelah mendapat pertanyaan dari salah satu anggota dewan mengenai informasi yang beredar terkait pembangunan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kecamatan Ende.

Menanggapi hal tersebut, Ferry menegaskan pemerintah telah melakukan pengecekan langsung ke lapangan dan memastikan tidak ada penggusuran sekolah dalam proyek pembangunan tersebut.

"Itu sudah kami konfirmasi langsung, jadi tidak ada itu yang di Ende. Memang ada proses bangunannya melewati sekolah, tapi tidak menggusur sekolah. Malah sekolahnya minta dukungan perbaikan. Ini sudah terkonfirmasi pada hari Jumat pada 5 Juni (2026), di Desa Neowula, Kabupaten Ende, jadi sudah kami konfirmasi langsung ke lapangan," kata Ferry dalam raker di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Menurut Ferry, lahan yang digunakan untuk pembangunan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan tanah hibah masyarakat, yang telah diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Ende.

Ia menjelaskan, penggunaan lahan tersebut juga telah melalui proses konsultasi dengan pihak terkait, karena lokasinya berdekatan dengan sekolah.

"Jadi data lahannya, tanah hibah dari masyarakat kepada Pemda Ende. Nah kemudian kronologi kejadiannya adalah memang itu ada penggunaan sudah lewat konsultasi P&K karena lokasinya bersebelahan dengan sekolah, bukan gusur sekolah," jelasnya.

Ferry mengatakan, pemerintah daerah juga telah memberikan lampu hijau terhadap pembangunan gerai tersebut. Bahkan, lokasi pembangunan berada di area belakang sekolah dan bukan di dalam kompleks sekolah.

"Kemudian kepala desa juga sudah menyampaikan bahwa berdasarkan perintah bupati, pembangunan bisa dilaksanakan. Lokasi pembangunannya berada di lahan belakang sekolah, bukan di dalam komplek sekolah," terang dia.

Lebih lanjut, Ferry menjelaskan bahwa akses yang melintasi area samping sekolah dilakukan semata-mata untuk memudahkan masuknya alat berat ke lokasi proyek. Hal itu diperlukan karena tidak tersedia akses jalan lain menuju area pembangunan.

"Karena tidak tersedia akses jalan untuk alat beratnya, maka dibuka akses jalan lewat samping sekolah. Bapak komite juga hadir di lokasi dan bantu proses pengerjaan. Jadi nggak benar bapak-ibu, (terkait bangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih) menggusur sekolah," tegas Ferry.

Dengan demikian, Kementerian Koperasi memastikan isu penggusuran sekolah akibat pembangunan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Ende tidak sesuai dengan kondisi yang terjadi di lapangan.

Rapat kerja Komisi VI DPR RI bersama Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (11/6/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)Rapat kerja Komisi VI DPR RI bersama Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (11/6/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky) Foto: Rapat kerja Komisi VI DPR RI bersama Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (11/6/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

(dce) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Menkop Minta Tambah Anggaran Rp1,35 T Demi Sukses Koperasi Merah Putih


Most Popular
Features