FOTO Internasional

Bak Astronot, Ini Potret Pakaian Perawat Jerman Tangani Pasien Ebola

Reuters, CNBC Indonesia
Kamis, 11/06/2026 06:40 WIB

RS Charité Berlin memamerkan simulasi perawatan Ebola usai memulangkan pasien AS yang sembuh. Fasilitas isolasi khusus mampu merawat hingga 20 pasien.

1/8 Para petugas kesehatan di klinik Virchow Berlin mengenakan perlengkapan pelindung lengkap saat institut tersebut memberikan tur melalui stasiun isolasi mereka untuk pasien Ebola di Berlin, Jerman, 9 Juni 2026. (REUTERS/Maryam Majd)

Para petugas kesehatan mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap saat mengikuti tur media di fasilitas isolasi pasien Ebola di Berlin, Jerman, Selasa (9/6/2026). Kegiatan tersebut digelar oleh Charité beberapa hari setelah rumah sakit itu memulangkan seorang warga negara Amerika Serikat yang dinyatakan sembuh dari Ebola, sekaligus memperagakan simulasi penanganan pasien dengan penyakit mematikan tersebut. (REUTERS/Maryam Majd)

2/8 Para petugas kesehatan di klinik Virchow Berlin mengenakan perlengkapan pelindung lengkap saat institut tersebut memberikan tur melalui stasiun isolasi mereka untuk pasien Ebola di Berlin, Jerman, 9 Juni 2026. (REUTERS/Maryam Majd)

Pasien yang diidentifikasi sebagai misionaris medis Peter Stafford itu dirawat di Klinik Virchow Charité sejak 20 Mei setelah tertular Ebola saat merawat pasien di Republik Demokratik Kongo (DRC). (REUTERS/Maryam Majd)

3/8 Para petugas kesehatan di klinik Virchow Berlin mengenakan perlengkapan pelindung lengkap saat institut tersebut memberikan tur melalui stasiun isolasi mereka untuk pasien Ebola di Berlin, Jerman, 9 Juni 2026. (REUTERS/Maryam Majd)

Rumah sakit menyatakan kondisi pasien membaik signifikan setelah menjalani terapi antivirus gabungan serta berbagai tindakan medis pendukung. (REUTERS/Maryam Majd)

4/8 Para petugas kesehatan di klinik Virchow Berlin mengenakan perlengkapan pelindung lengkap saat institut tersebut memberikan tur melalui stasiun isolasi mereka untuk pasien Ebola di Berlin, Jerman, 9 Juni 2026. (REUTERS/Maryam Majd)

Dalam keterangannya, Charité menyebut tidak ada lagi virus Ebola yang terdeteksi pada tubuh Stafford sejak 30 Mei. Gedung Putih menjelaskan pasien dan keluarganya dibawa ke Jerman karena lokasi Berlin sekitar 12 jam lebih dekat dari DRC dibandingkan Amerika Serikat. (REUTERS/Maryam Majd)

5/8 Para petugas kesehatan di klinik Virchow Berlin mengenakan perlengkapan pelindung lengkap saat institut tersebut memberikan tur melalui stasiun isolasi mereka untuk pasien Ebola di Berlin, Jerman, 9 Juni 2026. (REUTERS/Maryam Majd)

Direktur Medis Departemen Penyakit Menular dan Perawatan Intensif Charité, Leif Erik Sander, mengatakan fasilitas isolasi khusus di Virchow memiliki kapasitas untuk merawat hingga 20 pasien secara bersamaan tanpa mengganggu operasional rumah sakit.  (REUTERS/Maryam Majd)

6/8 Para petugas kesehatan di klinik Virchow Berlin mengenakan perlengkapan pelindung lengkap saat institut tersebut memberikan tur melalui stasiun isolasi mereka untuk pasien Ebola di Berlin, Jerman, 9 Juni 2026. (REUTERS/Maryam Majd)

Unit tersebut merupakan satu-satunya fasilitas di Jerman yang menggabungkan layanan penyakit menular dan perawatan intensif dalam satu lokasi. (REUTERS/Maryam Majd)

7/8 Para petugas kesehatan di klinik Virchow Berlin mengenakan perlengkapan pelindung lengkap saat institut tersebut memberikan tur melalui stasiun isolasi mereka untuk pasien Ebola di Berlin, Jerman, 9 Juni 2026. (REUTERS/Maryam Majd)

Bangsal isolasi khusus Charité dirancang untuk menangani penyakit yang sangat menular dan mengancam jiwa, termasuk insiden biologis, kimia, radiologis, dan nuklir (CBRN). Seluruh staf yang menangani pasien wajib mengenakan pakaian pelindung khusus sekali pakai dengan prosedur dekontaminasi ketat.  (REUTERS/Maryam Majd)

8/8 Para petugas kesehatan di klinik Virchow Berlin mengenakan perlengkapan pelindung lengkap saat institut tersebut memberikan tur melalui stasiun isolasi mereka untuk pasien Ebola di Berlin, Jerman, 9 Juni 2026. (REUTERS/Maryam Majd)

Sander memperingatkan wabah penyakit seperti Ebola diperkirakan akan semakin sering terjadi akibat perubahan ekosistem, pertumbuhan populasi, dan meningkatnya mobilitas manusia, sehingga fasilitas khusus semacam ini menjadi semakin penting di masa depan. (REUTERS/Maryam Majd)

Add as a preferred
source on Google