Internasional

Memalukan! Donald Trump Kena "Tampar" Warga Sendiri di Momen Istimewa

tps, CNBC Indonesia
Selasa, 09/06/2026 18:50 WIB
Foto: REUTERS/Nathan Howard

Jakarta, CNBC Indonesia - Para penggemar bola basket menyambut Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan paduan suara sorakan ejekan yang keras pada Senin (8/6/2026) malam waktu setempat. Tokoh dari Partai Republik tersebut menjadi presiden AS pertama yang menghadiri Final NBA saat gim ketiga seri kejuaraan antara New York Knicks dan San Antonio Spurs.

Mengutip Reuters, Trump hadir sebagai tamu dari Presiden Knicks James Dolan. Trump berdiri di dalam kotak mewah di Madison Square Garden yang dijuluki sebagai arena paling terkenal di dunia. Dirinya tampak tersenyum ketika kerumunan penonton yang memenuhi arena mencemooh dan menyorakinya saat wajahnya muncul di layar jumbotron selama lagu kebangsaan dikumandangkan.

"Saya pikir itu luar biasa sebenarnya. Maksud Anda saat mereka mengarahkan kamera ke saya? Saya pikir itu sangat bagus," tegas Presiden Amerika Serikat Donald Trump.


Insiden memalukan ini menandai babak terbaru dalam hubungan rumit Trump dengan mantan kota asalnya tersebut. Para penggemar yang marah harus menunggu dalam antrean panjang yang mengular di trotoar Midtown Manhattan. Hal ini terjadi karena adanya tindakan pengamanan luar biasa untuk kunjungan presiden.

New York sendiri memimpin keunggulan awal 2-0 dalam seri tujuh pertandingan terbaik melawan San Antonio Spurs. Gim final kandang pertama Knicks dalam 27 tahun ini menjadi tiket paling dicari di lima wilayah kota. Para penggemar rela merogoh kocek hingga ribuan dolar AS demi memasuki katedral olahraga Amerika tersebut.

Namun kehadiran aparat keamanan yang masif memperlambat proses masuk ke arena bagi para pemegang tiket. Para komuter dan turis harus menavigasi labirin pagar besi hitam yang membatasi lalu lintas pejalan kaki di sekitar lokasi acara.

Seorang warga Brooklyn sekaligus pemilik perusahaan kebugaran mengungkapkan kekesalannya setelah mencoba beberapa pintu masuk untuk masuk ke arena.

"Saya berharap dia tidak ada di sini. Dia bukan penggemar nyata dan dia hanya membuat segalanya menjadi mengerikan. Kita telah menunggu seumur hidup untuk ini dan dia membuatnya menjadi tentang dirinya sendiri seperti hal-hal lainnya," tutur Errol Ismail.

Tingkat persetujuan Trump sendiri bertahan di dekat level terendah dalam karier politiknya menurut jajak pendapat Reuters/Ipsos yang diselesaikan pada hari Senin. Hanya sekitar 35% responden yang menyatakan setuju dengan kinerja Trump. Pada pertandingan tersebut Spurs akhirnya mengalahkan Knicks dengan skor 115-111 untuk memperkecil keunggulan seri New York menjadi 2-1.

Wali Kota New York City Zohran Mamdani mengatakan kepada wartawan sebelum pertandingan hari Senin bahwa dirinya membeli tiket langsung dari Madison Square Garden seharga hampir US$1.000. Mamdani dan Trump selama ini kerap mengkritik posisi kebijakan satu sama lain namun pertemuan mereka tetap berlangsung ramah.

Pertandingan ini menarik daftar panjang penggemar kelas atas Knicks ke barisan selebritas. Sutradara film Spike Lee dan legenda Yankees Derek Jeter serta komedian Ben Stiller semuanya tampak hadir di arena.

Trump yang lahir di Queens memiliki hubungan sulit dengan kota yang mayoritas memilih Demokrat tersebut. Trump juga merupakan pengkritik vokal terhadap aktivisme di dalam NBA. Dirinya menuduh liga basket tersebut telah menjadi organisasi politik ketika banyak pemain memprotes ketidakadilan rasial dalam gerakan Black Lives Matter pada tahun 2020.

Trump sebelumnya juga menghadapi sorakan dan cemoohan saat menghadiri final tunggal putra tenis US Open di Flushing, Queens pada tahun lalu. Banyak pemegang tiket melewatkan awal pertandingan ketika pemeriksaan keamanan terkait kehadirannya menyebabkan kebingungan dan memperlambat pintu masuk.

Rencana kehadiran Trump pada hari Senin telah meningkatkan rencana pengamanan sejak akhir pekan. Acara nonton bareng untuk para penggemar yang biasanya digelar di luar arena untuk pertandingan playoff tidak dilaksanakan pada hari Senin karena masalah keamanan menurut Kepolisian New York.

Beberapa pengunjung mengatakan kepada Reuters bahwa mereka menyambut presiden sebagai sesama penggemar Knicks. Namun mereka menolak untuk memberikan nama lengkap mereka kepada media. Penggemar lainnya menyatakan bahwa mereka sedang mengambil malam libur dari urusan politik.

Seorang wakil direktur hukum di ACLU, Ben Wizner, menyatakan bahwa dirinya berada di Garden pada tahun 1999 untuk melihat Knicks kalah dari Spurs di gim kelima. Lembaga tempatnya bekerja sendiri telah mengajukan puluhan gugatan hukum terhadap tindakan pemerintahan Trump.

"Saya tidak akan membiarkan presiden menghalangi kegembiraan saya malam ini," jelas Wizner.


(tps/luc) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Prabowo Mau Bangun Tol Baru - Israel Kembali Serang Lebanon