Harga Minyakita Mau Naik, Mentan Amran Bilang Gini

Martyasari Rizky, CNBC Indonesia
Senin, 08/06/2026 16:50 WIB
Foto: cnbc indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia - Rencana pemerintah untuk menaikkan harga eceran tertinggi (HET) Minyakita masih terus dimatangkan. Meski keputusan menaikkan harga minyak goreng rakyat tersebut sudah disepakati, pemerintah belum menetapkan besaran kenaikan karena masih menunggu perkembangan harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO).

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengatakan, pembahasan mengenai HET baru Minyakita masih akan dibahas lebih lanjut bersama kementerian terkait. Menurutnya, koordinasi lanjutan diperlukan sebelum pemerintah mengambil keputusan final.

"Nanti, kan aku baru pulang dari Tanah Suci. Nanti aku koordinasi dengan Pak Mendag, aku lapor Pak Menko," kata Amran saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Senin (8/6/2026).


Amran menilai kondisi harga CPO saat ini relatif masih terkendali. Kendati demikian, ia menegaskan penentuan HET baru Minyakita tidak bisa diputuskan sepihak dan harus melalui pembahasan bersama Kementerian Perdagangan serta Kementerian Koordinator Bidang Pangan.

"Aku kan baru masuk kantor. Tunggu aku rakor dulu. Harusnya sekarang ini harga CPO kita baik-baik saja. Iya, nanti aku koordinasi dengan Menteri Perdagangan, kemudian lapor Pak Menko," tegasnya lagi.

Sebelumnya, pemerintah telah memberi sinyal kuat bahwa harga eceran tertinggi (HET) Minyakita akan mengalami penyesuaian. Kesepakatan tersebut tercapai dalam rapat koordinasi tingkat menteri yang digelar di Kantor Kemendag, pada Kamis (4/6/2026) lalu.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyatakan, pemerintah telah menyetujui rencana kenaikan HET Minyakita sebagai tindak lanjut hasil pembahasan lintas kementerian.

"Menindaklanjuti rapat sebelumnya di kantor Kemenko Pangan, jadi hari ini kita menyepakati akan menaikkan harga eceran tertinggi (HET) untuk Minyakita," ujar Budi Santoso dalam konferensi pers.

Kendati demikian, pemerintah belum menentukan berapa besar kenaikan harga yang akan diberlakukan. Penetapan angka HET Minyakita yang baru masih menunggu kondisi pasar, terutama pergerakan harga CPO yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami fluktuasi.

Budi menjelaskan, harga CPO sempat bergerak naik hingga rata-rata mencapai Rp15.445 per kg. Namun setelah itu, harga kembali terkoreksi ke kisaran Rp14.000 per kg.

"Tapi kemarin sempat turun lagi menjadi Rp14.000 sekian (per kg), dan kemarin harga TBS (tanda buah segar) sudah sempat turun, tapi sekarang sudah mulai naik lagi," jelasnya.

Pemerintah ingin memastikan keputusan kenaikan HET Minyakita diambil saat kondisi bahan baku sudah lebih stabil. Karena itu, penyesuaian harga belum akan diumumkan hingga perkembangan harga CPO dinilai cukup konsisten.

Meski masih menunggu hasil evaluasi lanjutan, pemerintah membuka peluang keputusan mengenai HET baru Minyakita diumumkan dalam waktu dekat setelah seluruh pertimbangan terkait harga CPO dan kondisi pasar domestik rampung dibahas.

Mentan Amran Sulaima saat memberi keterangan usai Rapat Koordinasi Pengembangan dan Stabilisasi Harga TBS Kelapa Sawit yang dipimpin langsung Mentan Amran di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (8/6/2026), dan dihadiri asosiasi petani, pelaku usaha, eksportir, perusahaan refinery, Satgas Pangan Polri, serta Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda dari 25 provinsi sentra sawit. (Dok. Humas Kementerian Pertanian) Foto: Mentan Amran Sulaima saat memberi keterangan usai Rapat Koordinasi Pengembangan dan Stabilisasi Harga TBS Kelapa Sawit yang dipimpin langsung Mentan Amran di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (8/6/2026), dan dihadiri asosiasi petani, pelaku usaha, eksportir, perusahaan refinery, Satgas Pangan Polri, serta Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda dari 25 provinsi sentra sawit. (Dok. Humas Kementerian Pertanian)


(dce) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Pemerintah Sepakat Akan Menaikkan Harga MinyaKita