Iran dilaporkan menembakkan gemolbang serangan ke Israel Minggu waktu setempat. Pada foto terlihat oersonel keamanan dan penyelamatan Israel bekerja di dekat bagian proyektil setelah serangan rudal Iran di Israel Utara, Senin (8/5/2026). (REUTERS/Shir Torem)
Gelombang serangan rudal Iran yang dilakukan pada Minggu (7/6) malam tersebut merupakan balasan atas serangan berkelanjutan Israel di Lebanon terhadap kelompok militan Hizbullah ditengah gencatan senjata. (Tangakapan Layar Video/Reuters)
Iran telah lama mengatakan bahwa kesepakatan perdamaian apa pun dengan AS akan bergantung pada gencatan senjata yang juga berlaku di Lebanon, yang diinvasi Israel pada bulan Maret. (Tangakapan Layar Video/Reuters)
Negosiator perdamaian utama Iran, Ketua Parlemen Mohammed Baqer Qalibaf, mengatakan pangkalan AS dan aset Israel adalah target yang sah karena tindakan permusuhan termasuk "pelanggaran perjanjian atas Lebanon" dikutuip dari Reuters. (Tangakapan Layar Video/Reuters)
Iran sendiri menyatakan bahwa serangan itu hanyalah "peringatan" kepada Israel dan "pukulan telak" lainnya akan menyusul jika Israel terus melanjutkan serangan terhadap Lebanon. (REUTERS/Shir Torem)
Jika Israel memperluas serangannya di wilayah itu atau menanggapi tindakan Iran, Israel akan menghadapi pukulan yang lebih telak dan disesalkan, dan serangan dahsyat akan dilancarkan terhadap rezim dan para pendukungnya," kata markas operasional Khatim Al-Anbiya Iran dalam sebuah pernyataan yang diedarkan oleh media lokal. (Tangakapan Layar Video/Reuters)
Atas serangan ini, Israel dilaporkan berupaya membalas serangan tersebut, dengan beberapa media menyebutkan bahwa Israel telah meminta lampu hijau dari AS untuk menyerang fasilitas energi Iran. Meskipun belum ada reaksi resmi terhadap perkembangan ini, beberapa pejabat senior Israel telah bersumpah akan membalas serangan tersebut. (REUTERS/Shir Torem)