6 Photos
'Jantung' Eropa Chaos, Gas Air Mata Meletus
Bentrokan pecah di kantor pusat Uni Eropa (UE) Brussels. Massa protes reformasi pendidikan Belgia.
Bentrokan pecah antara demonstran dan polisi di pusat Uni Eropa, kota Brussels, Belgia pada Kamis waktu setempat. Aksi protes berubah menjadi kerusuhan saat massa berdemo menentang rencana reformasi sektor pendidikan. Polisi kemudian menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa setelah sejumlah fasilitas umum dirusak dan beberapa jendela pecah di kawasan pusat kota. (Tangkapan Layar Video Reuters/)
Jalan-jalan di sekitar lokasi demonstrasi dipenuhi puing-puing, sepeda yang rusak, serta rambu-rambu jalan yang dicabut. Kepolisian Brussels bahkan mengimbau warga untuk menghindari area di sekitar stasiun kereta api utama kota demi alasan keamanan. (REUTERS/Bart Biesemans)
Media lokal juga melaporkan aksi protes serupa di sejumlah kota berbahasa Prancis lainnya, termasuk Namur dan Charleroi. Namun, situasi di kedua kota tersebut dilaporkan jauh lebih tenang dibandingkan dengan kerusuhan yang terjadi di Brussels. (REUTERS/Bart Biesemans)
Kemarahan para demonstran dipicu oleh rencana pemerintah Komunitas Prancis Belgia, yang mengawasi sistem pendidikan berbahasa Prancis, untuk menaikkan biaya kuliah pendidikan tinggi menjadi 1.194 euro atau sekitar Rp24,87 juta per tahun, dari sebelumnya 835 euro atau sekitar Rp17,39 juta bagi sebagian besar mahasiswa. Perhitungan tersebut mengacu pada kurs Jumat (5/6/2026) sebesar Rp20.826 per 1 euro. (Tangkapan Layar Video Reuters/)
Pemerintah menyebut kenaikan sekitar 35% tersebut sebagai bagian dari langkah penghematan anggaran dan upaya menyelaraskan biaya pendidikan dengan universitas berbahasa Belanda dan Flemish. (REUTERS/Bart Biesemans)
Selain kenaikan biaya kuliah, pemerintah juga mengusulkan sejumlah langkah lain, termasuk mewajibkan guru sekolah menengah tingkat akhir mengajar dua jam tambahan per minggu tanpa kenaikan gaji serta merevisi aturan masa jabatan. Seorang guru yang mengikuti aksi protes mengatakan kebijakan tersebut akan memperburuk kondisi kerja tenaga pendidik. (Tangkapan Layar Video Reuters/)
Sementara itu, Kepala Pemerintahan Komunitas Prancis Belgia, Elisabeth Degryse, membela kebijakan tersebut dengan alasan tekanan terhadap keuangan publik serta defisit anggaran yang diperkirakan mencapai 1,9 miliar euro atau sekitar Rp39,57 triliun. (Tangkapan Layar Video Reuters/)
Menteri Pendidikan Valerie Glatigny mengatakan penghematan itu diperlukan agar pemerintah dapat menginvestasikan kembali dana ke sektor pendidikan. Parlemen Komunitas Prancis dijadwalkan memberikan suara atas paket reformasi tersebut pada Kamis. (Tangkapan Layar Video Reuters/)
source on Google