Purbaya Sebut Rupiah Masih Dalam Kendali BI Saat Tembus Rp18.000/US$

Robertus Adrianto, CNBC Indonesia
Kamis, 04/06/2026 14:16 WIB
Foto: Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo saat konferensi pers Hasil Rapat Berkala KSSK IV Tahun 2025 di Jakarta, Senin (3/11/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kini betah bertengger di level atas Rp 18.000/US$, setelah menembus level psikologis itu sejak pagi tadi per pukul 09.13 WIB, menurut data Refinitiv.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, meski kurs bertengger di level Rp 18.000/US$, pergerakan itu masih dalam kendali Bank Indonesia (BI). Ia pun meyakini BI dapat terus mempertahankan stabilitas kurs.

"Semuanya masih di bawah kendali mereka. Saya serahkan Rupiah ke mereka," kata Purbaya di kawasan Gedung DPR, Jakarta, Kamis (4/6/2026).


Purbaya pun memastikan, pemerintah belum berencana menggelar rapat dadakan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di luar rapat berkala untuk merespons pergerakan kurs yang kian tertekan menghadapi dolar AS.

"Nanti Anda melihat saya panik. Jadi enggak (rapat dadakan KSSK), pada dasarnya BI masih menjalankan kebijakan dengan baik," tegas Purbaya.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) juga telah buka suara merespons kondisi nilai tukar rupiah yang melanjutkan tren pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga hari ini, Kamis (4/6/2026).

"Pelemahan nilai tukar masih dipengaruhi oleh tensi geopolitik Timur Tengah yang kembali tereskalasi dan menghambat prospek damai, sehingga mendorong harga minyak tetap tinggi dan meningkatkan risiko inflasi global serta arus dana keluar dari negara emerging," kata Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti dalam keterangan tertulis.

"Selain itu kebutuhan domestik masih cukup besar sesuai dengan pola repatriasi dividen dan pembayaran ULN."

Menurut BI, situasi tekanan kurs sebetulnya juga dialami banyak negara, termasuk sebagaimana dialami negara tetangga. Ringgit terkoreksi 0,55% ke posisi MYR 4,012/US$.

Selain rupiah dan ringgit, dong Vietnam melemah 0,17% ke posisi VND 26.335/US$, dolar Taiwan turun 0,14% ke posisi TWD 31,5/US$, dan yuan China terdepresiasi ke posisi CNY 6,775/US$ terkoreksi 0,09%

"Secara umum, pelemahan rupiah masih sejalan dengan regional, secara year to date melemah -7,44%," ujarnya.


(arj/arj) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Temui Prabowo, Purbaya Bawa Daftar 10 Eksportir Under Invoicing