Cetak Sejarah, Vale Berhasil Raih Pinjaman Hijau Rp13,53 Triliun

Firda Dwi Muliawati, CNBC Indonesia
Kamis, 04/06/2026 14:25 WIB
Foto: REUTERS/Brendan McDermid

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mengantongi pinjaman berbasis keberlanjutan atau Sustainability Linked Loan (SLL) senilai US$ 750 juta setara Rp 13,53 triliun (asumsi kurs Rp 18.042 per US$). Hal itu jadi sejarah baru sebagai proyek pertambangan pertama di Asia Tenggara (ASEAN) yang berhasil meraih skema pembiayaan ramah lingkungan.

Direktur Utama PT Vale Indonesia Bernardus Irmanto menjelaskan bahwa pinjaman tersebut menjadi bukti kepercayaan sektor perbankan terhadap kredibilitas tata kelola perusahaan di bidang lingkungan, sosial, dan tata kelola (Environmental, Social, and Governance/ESG).

Perusahaan terus berkomitmen dalam menjalankan operasional tambang yang bertanggung jawab melalui target ESG.


"PT Vale baru saja menandatangani pinjaman terkait keberlanjutan sebesar US$ 750 juta beberapa bulan lalu. Mungkin ini yang pertama bagi proyek pertambangan di Asia Tenggara, jadi kami sangat bangga akan hal itu," jelasnya dalam acara Indonesia Critical Minerals Conference & Expo 2026, Jakarta, dikutip Kamis (4/6/2026).

Skema pinjaman tersebut memberikan insentif berupa suku bunga yang kompetitif bagi perseroan. Bedanya dari pinjaman konvensional, SLL memberikan beban bunga yang akan semakin menurun apabila perusahaan mampu memenuhi sejumlah target ESG yang telah disepakati bersama pihak pemberi pinjaman.

"Ada beberapa target ESG, dan jika kami dapat memenuhi target ESG tersebut, maka suku bunga akan turun. Jadi itu konsep yang sangat menarik dan saya mendorong tim saya untuk mencapainya," imbuhnya.

Perolehan dana jumbo itu tidak dinilai hanya dari sisi finansial, namun juga sebagai upaya perusahaan dalam mengubah stigma negatif terhadap industri pertambangan. Pihaknya berupaya menunjukkan kepada pasar global bahwa produksi nikel dapat dilakukan secara selaras dengan upaya pelestarian lingkungan dan dekarbonisasi.

"Dari sudut pandang ekonomi tentu kami mendapat bunga yang sangat kompetitif, tapi itu juga hanya untuk menunjukkan kepada dunia bahwa proyek pertambangan sebenarnya bisa berkelanjutan. Inilah nikel bertanggung jawab yang ingin kami bawa ke dunia," tuturnya.

Dengan begitu, pihaknya menekankan pentingnya pembuktian melalui fakta dan kinerja di lapangan untuk menjaga posisi tawar produk mineral Indonesia di pasar internasional dengan memperhatikan standar keberlanjutan.

"Kita perlu mengubah perdebatan. Saya rasa jawaban terbaik untuk itu adalah dengan menunjukkan kinerja dan fakta. Kita harus mengelola keseimbangan antara keuntungan, pertumbuhan, dan kemajuan," tutupnya.


(pgr/pgr) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Bos Vale Indonesia Jawab Tantangan Industri Nikel Berkelanjutan