Internasional

Breaking! Israel-Lebanon Deal Gencatan Senjata, Begini Nasib Hizbullah

luc, CNBC Indonesia
Kamis, 04/06/2026 10:35 WIB
Foto: AP/Hussein Malla

Jakarta, CNBC Indonesia - Israel dan Lebanon mencapai kesepakatan untuk menerapkan gencatan senjata menyusul putaran terbaru perundingan yang dimediasi Amerika Serikat di Washington. Namun, kedua pihak menegaskan bahwa pelaksanaan kesepakatan tersebut bergantung pada sikap kelompok Hizbullah yang didukung Iran.

Kesepakatan itu diumumkan melalui pernyataan bersama yang dirilis seusai pembicaraan pada Rabu (3/6/2026) waktu setempat. Dalam pernyataan tersebut, Israel dan Lebanon juga menyepakati pembentukan sejumlah "zona percontohan" di wilayah Lebanon selatan, di mana Angkatan Bersenjata Lebanon akan memegang kendali penuh atas wilayah tersebut tanpa kehadiran kelompok bersenjata nonnegara.

Langkah diplomatik tersebut menjadi perkembangan penting di tengah konflik yang masih berlangsung di sepanjang perbatasan kedua negara. Israel dan Lebanon sendiri tidak memiliki hubungan diplomatik resmi, sehingga kesepakatan yang dicapai melalui pembicaraan langsung yang dimediasi Washington dipandang sebagai kemajuan signifikan dalam upaya meredakan ketegangan.


Dalam pernyataan bersama, sebagaimana dilansir AFP, kedua pihak menyatakan bahwa gencatan senjata akan diberlakukan dengan syarat tertentu. Kesepakatan itu disebut atau bergantung pada "penghentian total" serangan oleh Hizbullah.

Selain itu, kelompok tersebut juga diwajibkan menarik para operatifnya dari wilayah Lebanon selatan.

Adapun kesepakatan dicapai meskipun bentrokan lintas perbatasan masih terus berlangsung pada hari yang sama.

Sebelum pengumuman hasil perundingan, Hizbullah menyatakan telah menargetkan pasukan Israel dalam serangan terbaru di perbatasan. Di sisi lain, serangan udara Israel di Lebanon selatan dilaporkan menewaskan sedikitnya sembilan orang.

Perundingan yang menghasilkan kesepakatan terbaru ini merupakan putaran keempat pembicaraan langsung antara diplomat Lebanon dan Israel sejak konflik kembali memanas pada 2 Maret lalu.

Pertempuran saat itu meletus setelah Hizbullah melanjutkan serangan terhadap Israel sebagai bentuk dukungan terhadap Iran. Sejak saat itu, ketegangan di sepanjang perbatasan Israel-Lebanon meningkat dan memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan.

Washington telah memimpin upaya diplomatik untuk menurunkan eskalasi dan mendorong kedua pihak menuju penyelesaian yang lebih permanen.

Dalam pernyataan bersama, Israel dan Lebanon juga menyepakati untuk melanjutkan dialog pada akhir bulan ini. Kedua delegasi dijadwalkan kembali bertemu pada pekan yang dimulai 22 Juni.

Pertemuan lanjutan tersebut, menurut pernyataan itu, akan dilakukan dengan tujuan mencapai kesepakatan yang lebih komprehensif.

 


(luc/luc) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Israel Serang Infrastruktur Hisbullah