MARKET DATA

SKK Migas Optimis Produksi Minyak RI Capai 610.000 Barel di Akhir 2026

Verda Nano Setiawan,  CNBC Indonesia
04 June 2026 11:05
Pompa angguk Wilayah Kerja (WK) Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). (CNBC Indonesia/Pratama Guitarra)
Foto: Pompa angguk Wilayah Kerja (WK) Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). (CNBC Indonesia/Pratama Guitarra)

Jakarta, CNBC Indonesia - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) tetap optimistis target produksi minyak nasional sebesar 610 ribu barel per hari (bopd) pada 2026 bisa tercapai. Sekalipun kinerja produksi pada awal tahun masih menghadapi sejumlah tantangan operasional.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan SKK Migas terus memantau dan mengawal berbagai gangguan operasional yang sempat menekan produksi minyak dalam negeri, terutama di sejumlah wilayah kerja utama seperti Blok Rokan dan Blok Cepu.

"Iya, kita pantau terus, pantau terus supaya cepat selesai lah, akhir Juli ya? Eh, pertengahan Juli," kata Djoko di Gedung DPR RI, dikutip Kamis (4/6/2026).

Sebelumnya, produksi minyak nasional terdampak oleh sejumlah gangguan, antara lain perbaikan sistem kelistrikan di pembangkit listrik PT PLN Mandau Cipta Tenaga Nusantara (PLN MCTN) Blok Rokan serta penurunan produksi secara alamiah di Blok Cepu.

Meski begitu, Djoko menegaskan bahwa pihaknya masih yakin target produksi minyak nasional sebesar 610 ribu bopd pada akhir tahun dapat dicapai.

Sebagaimana diketahui, berdasarkan data hingga Mei 2026, lifting minyak dari Blok Rokan tercatat sebesar 131.040 barel per hari (bopd) atau sekitar 80% dari target APBN 2026 yang ditetapkan sebesar 163.859 bopd. Sementara, lifting minyak ExxonMobil mencapai 129.915 bopd atau sekitar 87,5% dari target APBN 2026 sebesar 148.500 bopd.

Secara nasional, realisasi produksi minyak, kondensat, dan NGL mencapai 576.133 bopd atau setara 94,4% dari target APBN 2026 sebesar 610 ribu bopd.

(pgr/pgr) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article 2 Penopang Produksi Minyak RI Turun, SKK Migas Ungkap Alasannya


Most Popular
Features