Pimpinan DPR Bela Prabowo Rutin ke Luar Negeri, Begini Penjelasannya

Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
Rabu, 03/06/2026 14:03 WIB
Foto: Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersiap menghadiri jamuan santap malam kenegaraan di Salle des Fêtes, Istana Élysée, Paris. (Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden RI/Laily Rachev)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat menjawab kritikan terkait kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto. Jawaban itu disampaikan Wakil Ketua DPR dari Fraksi Nasional Demokrat Saan Mustopa dan Wakil Ketua DPR dari Fraksi Gerakan Indonesia Raya Sufmi Dasco Ahmad dalam keterangan pers di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat.



"Saya ingin menekankan ya tiap kepemimpinan memiliki strategi dan urgensi masing-masing terkait diplomasi dan membangun hubungan baik dengan negara-negara sahabat," kata Saan.

"Karena itu intensitas kunjungan ke luar negeri setiap pimpinan negara, dalam hal ini presiden, tentu berbeda-beda. Tidak bisa dibandingkan satu dengan yang lain terkait intensitasnya," lanjutnya.

Saan melihat dalam konteks saat ini, Prabowo memang membutuhkan intensitas kunjungan yang lebih tinggi dibandingkan pemimpin sebelumnya. Sebab, dengan dinamika global yang tinggi saat ini, mengharuskan negara memiliki hubungan baik dengan negara lain.

Dalam kesempatan yang sama, Dasco mengatakan, frekuensi kunjungan luar negeri itu harus dilihat dari kebutuhan dan situasi dinamika yang memengaruhi.

"Tadi sudah disampaikan, (Presiden) memiliki strategi-strategi yang tidak bisa dibatasi sekian kali karena dinamis," ujarnya.

Dasco juga melihat kepergian Prabowo ke luar negeri juga selalu dilakukan dalam waktu yang singkat dan sesuai keperluan. Jika memang ada kunjungan mendadak karena memang dibutuhkan.

"Kalau memang dadakan memang karena situasi yang memang harus membuat presiden harus sesegera berangkat. Saya pikir hal-hal seperti itu mari kemudian beri masukan yang substansi. Tapi pembatasan-pembahasan, apalagi berkaitan jumlah dan waktu, itu tidak substantif," tutur Dasco.

Beberapa waktu belakangan, sejumlah kalangan mengkritik intensitas tinggi kunjungan luar negeri Prabowo. Salah satunya adalah Wakil Menteri Luar Negeri di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yaitu Dino Patti Djalal.

Dino mengungah video yang menyarankan Prabowo untuk mengurangi perjalanan ke luar negeri. Dia juga mengomentari terkait frekuensi kepergian, biaya, dan perencanaan kunjungan luar negeri.



(miq/miq) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Sidak Gedung BEI