MARKET DATA

RI Targetkan Punya Jaringan Rel Kereta Api Aktif 60.000 Km di 2045

Martyasari Rizky,  CNBC Indonesia
03 June 2026 13:35
Bantalan rel kereta api kayu diganti ke sintetis. (Dok. KAI)
Foto: Bantalan rel kereta api kayu diganti ke sintetis. (Dok. KAI)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengungkapkan, pihaknya menargetkan memiliki jaringan rel kereta api aktif hingga 60.000 kilometer (km) pada 2045. Target tersebut menjadi bagian dari roadmap transformasi KAI untuk menjadi operator kereta api berstandar dunia atau world class operator.

Direktur Utama PT KAI (Persero), Bobby Rasyidin mengatakan, perseroan telah menyusun peta jalan pengembangan perusahaan hingga 2045 yang dibagi ke dalam lima tahapan utama.

"Kami telah mencanangkan roadmap KAI itu menjadi world class operator. World class operator ini didefinisikan oleh satu standar dunia itu yang namanya UIC (Union Internationale des Chemins de fer/Persatuan Kereta Api Internasional). Di mana target kami, sudah me-roadmap-kan dari tahun 2025 sampai 2045 itu ada lima staging," ujar Bobby dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Saat ini, lanjut dia, panjang rel aktif di Indonesia masih sekitar 6.700 km. Dalam tahap awal transformasi yang berlangsung hingga 2030, KAI menargetkan panjang rel meningkat menjadi lebih dari 7.000 km, seiring dengan pertumbuhan pendapatan perusahaan.

"Staging pertama tahun 2025 kami telah melakukan establishment itu dari transformasi credibility-nya, jadi soul-nya atau jiwanya sudah kami set up di tahun 2025 sampai dengan tahun 2030, kami akan fokus di sana. Di mana pada saat ini panjang rel itu hanya 6.700 km, revenue perusahaan itu Rp35,7 triliun, diharapkan di tahun 2030 jumlah panjangnya rel akan lebih dari 7.000 km dengan revenue sekitar Rp66 triliun," katanya.

Rapat kerja Komisi VI DPR dengan KAI dan INKA di Komplek Parlemen, Jakarta, Rabu (3/6/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)Rapat kerja Komisi VI DPR dengan KAI dan INKA di Komplek Parlemen, Jakarta, Rabu (3/6/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky) Foto: Rapat kerja Komisi VI DPR dengan KAI dan INKA di Komplek Parlemen, Jakarta, Rabu (3/6/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Namun, target jangka panjang yang dipasang jauh lebih ambisius. Pada tahap berikutnya, KAI menargetkan kapasitas dan standar operasional kelas dunia yang menjadi titik balik (inflection point) transformasi perusahaan. Dalam roadmap tersebut, kebutuhan jaringan rel nasional diperkirakan mencapai 37.000 km hingga 60.000 km pada 2045.

"Stage berikutnya adalah achieve world class standard in core capabilities, ini kita sebut dengan staging inflection point, di mana nanti diharapkan hasilnya dari tahun 2035 indikasinya kita memerlukan sekitar 37.000 sampai 60.000 km di tahun 2045," ungkap dia.

"Jadi totalnya itu kilometer dari rel itu diharapkan 37.000 sampai 60.000 km. Artinya yang harus kita lakukan adalah reaktivasi rel-rel yang ada di Jawa. Di Jawa itu yang aktif kurang dari 7.000 km, sementara waktu jaman Belanda itu sudah 10.000 km sebenarnya Jawa ini. Jadi kita bukan nambah jumlah rel di Jawa, tapi malah berkurang," lanjut Bobby.

Selain memperluas jaringan rel, KAI juga berupaya mengubah struktur pendapatan perusahaan. Saat ini, sekitar 96% pendapatan KAI masih berasal dari angkutan penumpang (farebox) dan logistik, sementara kontribusi dari pengembangan kawasan berbasis transit atau Transit Oriented Development (TOD) baru sekitar 4%.

"Perlu ada gambaran sedikit struktur dari revenue kita pada saat ini, farebox dan logistik itu sekitar 96% dan hanya 4% itu dari TOD, dari Transit Oriented Development. Kalau kita berkaca dengan JR, Japan Railways, itu mereka dari farebox dan logistik mereka itu 60%, 40% itu dari Transit Oriented Development," jelasnya.

Karena itu, KAI mulai memperkuat bisnis TOD sebagai sumber pertumbuhan baru. Salah satu proyek yang tengah dikembangkan adalah kawasan hunian di Manggarai, Jakarta Selatan.

"Makanya akhir-akhir ini kami mencoba untuk lebih memperkuat penguatan pendapatan itu di TOD, seperti ada beberapa inisiatif kami untuk membangun perumahan yang menengah ke bawah itu yang di Manggarai, yang diharapkan di tahun 2027 itu sudah selesai. Sekarang dalam tahap pembangunan itu ada sekitar hampir 5.000 unit perumahan yang ada di Manggarai," pungkas dia.

(wur) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article DPR Usul Swasta Masuk Bisnis Kereta Api di RI, Bukan Cuma KAI


Most Popular
Features